
Pergerakan harga minyak mentah WTI terlihat menguat pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya mengalami tiga hari penurunan. Aksi short-covering di pasar berperan besar mendorong pembelian dan mendorong harga naik dari posisi terendah yang terlihat belakangan. Para analis di Cetro Trading Insight menyebut rebound ini sebagai respons awal terhadap dinamika pasokan yang membaik.
Kenaikan intraday tidak sepenuhnya mengubah gambaran pasokan global karena harga masih berada pada kisaran yang sensitif terhadap berita di Timur Tengah. Arus kapal melalui Selat Hormuz menunjukkan perbaikan, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan sedikit mereda. Meski demikian, situasi di wilayah tersebut masih dinamis dan dapat memicu volatilitas lebih lanjut.
Secara teknis, indikator menunjukkan gambaran yang beragam. RSI berada di sekitar 32, mendekati wilayah oversold, sedangkan ADX menandakan adanya kekuatan tren yang sedang berkembang. Harga menghadapi rintangan dari moving average utama di sekitar 73 dolar sambil dukungan di sekitar 70 dolar.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor pembebani bagi pelaku pasar minyak. Iran mengumumkan bahwa hanya jalur tertentu yang boleh dilalui transit melalui Selat Hormuz dan kapal-kapal wajib mendapat persetujuan dari IRGC. Beberapa kapal bahkan diarahkan kembali dari jalur selatan yang baru, menambah ketidakpastian operasional di tengah meningkatnya risiko.
Seiring itu, laporan tentang kapal yang terkena dampak di lepas pantai Oman menambah premi risiko geopolitik. Di sisi lain, AS menegaskan tidak ada dukungan luas di kalangan negara Teluk untuk mengenakan tol di Hormuz, sehingga biaya tambahan masih menjadi isu sensitif. Meski begitu arus minyak melalui Hormuz dipantau ketat karena dampak potensial pada pasokan global.
Analisis TD Securities menyoroti bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz perlahan normal kembali, meskipun sekitar 10–11 juta barel per hari produksi Timur Tengah masih tidak online. Mereka menekankan bahwa tanpa pemulihan produksi yang cepat, persediaan cenderung turun dan posisi jual berlebihan bisa memperkuat peluang rebound harga. Kombinasi faktor ini menciptakan kerangka bagi pergerakan harga yang berpotensi naik meski volatilitas tetap tinggi.
Dari sisi teknis, pola price action menunjukkan bias bearish dalam jangka pendek karena harga berada di bawah MA 200-hari sekitar 73 dolar. RSI menunjukkan ruang menuju oversold, menandakan tekanan jual yang masih berlanjut. ADX mengindikasikan momentum tren yang berkembang meskipun belum ada konfirmasi arah jelas.
Rintangan utama berada di level resistance awal sekitar 73,02 dolar, lalu 75,00 dolar dan 80,00 dolar yang lebih tinggi. Sisi dukungan terlihat di sekitar 70,00 dolar sebagai batas pertama. Pergerakan di atas resistance kunci jika terjadi dengan volume yang meningkat bisa mengubah sentimen pasar.
Kesimpulan analisis teknis menekankan bahwa sinyal trading tidak cukup jelas untuk rekomendasi tunggal saat ini. Para investor disarankan memantau indikator dan level harga berikutnya untuk melihat apakah ada konfirmasi saat harga menembus level kunci. Dengan risiko-imbangan yang jelas, ada peluang bagi pergerakan harga untuk melanjutkan penurunan atau memulai pemulihan, tergantung pada aliran pasokan dan dinamika geopolitik.