Harga WTI diperdagangkan sekitar 93.20 dolar AS per barel pada sesi Asia, setelah kemarin bergerak naik namun akhirnya melemah mengikuti sentimen pasar. Perkembangan ini terjadi ketika Irak sepakat untuk melanjutkan ekspor melalui pelabuhan Ceyhan, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik regional. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pembaca awam. Kunci utamanya adalah aliran minyak yang stabil di pasar global.
Kenaikan stok minyak AS versi API sebesar 6.6 juta barel untuk minggu yang berakhir 13 Maret menambah kejutan, melawan ekspektasi pasar untuk penurunan sekitar 600 ribu barel. Hal ini menambah beban pada sentimen jangka pendek meski faktor geopolitis tetap menjadi potensi pendongkrak volatilitas. Secara teknis, pergerakan harga bisa diuji ulang jika data EIA memperlihatkan dinamika pasokan yang berbeda dari prediksi.
Ketegangan geopolitik di sekitar Hormuz turut menjadi faktor penentu harga. Upaya AS untuk membuka kembali jalur transportasi melalui Strait of Hormuz berlanjut meski sekutu AS belum setuju membantu pengamanan. Peningkatan risiko pengiriman minyak membentuk premis kenaikan harga bila konflik berlanjut, meski jeda teknis bisa menahan tempo pergerakan dalam beberapa sesi.
Selain dinamika pasokan, ketegangan politik regional mempengaruhi persepsi risiko para pelaku pasar. Upaya AS terhadap fasilitas pesisir Iran mengangkat kekhawatiran terhadap jalur Hormuz, meskipun Irak berhasil menjaga kelancaran ekspor melalui Ceyhan. Pasar menilai bahwa penyelesaian operasional ekspor dapat menurunkan risiko gangguan jangka pendek, meski ketegangan lain tetap menjadi faktor ketidakpastian.
Serangan yang dinarasikan Israel terhadap beberapa pejabat Iran serta eskalasi serangan Iran terhadap infrastruktur energi di Uni Emirat Arab dan Irak menambah risiko bagi infrastruktur hulu minyak. Peristiwa ini meningkatkan premi risiko bagi pelaku pasar minyak dan memperpanjang volatilitas harga. Investor disarankan memantau perkembangan diplomatik dan respons pasar terhadap langkah keamanan baru.
Di tengah dinamika ini, investor menunggu laporan EIA untuk konfirmasi arah pasokan. Jika EIA menunjukkan pelemahan stok atau pengetatan produksi lebih lanjut, potensi kenaikan harga WTI bisa berlanjut. Sebaliknya, peningkatan inventori yang lebih besar dari ekspektasi dapat menekan harga dan mendorong pergerakan samping.
| Fakta | Nilai |
|---|---|
| Harga WTI saat ini | US$93.20/barel |
| Inventori API minggu berakhir 13 Mar | +6.6 juta barel |
| Perkiraan API sebelumnya | -0.6 juta barel |