WTI Mentah Maju Terbatas di Sekitar $93,50 Seiring Upaya Redakan Ketegangan Timur Tengah dan Lonjakan Inventori AS

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, WTI diperdagangkan di sekitar $93,50 pada sesi Asia awal hari Jumat, menandai pergerakan relatif datar di tengah volatilitas belakangan. Para pelaku pasar menilai sentimen dengan mempertimbangkan risiko geopolitik serta perubahan laporan persediaan. Secara teknikal, garis harga menunjukkan dukungan terbatas di level tersebut meskipun terjadi fluktuasi intraday.

Rilis dari para pemimpin AS dan Israel untuk menenangkan kekhawatiran pasar membantu meredam tekanan jual jangka pendek. Donald Trump menegaskan tidak akan menempatkan pasukan di wilayah manapun, sementara Perdana Menteri Netanyahu menyatakan tidak ada serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi Iran. Pernyataan tersebut menambah arus penilaian tentang risiko eskalasi yang bisa mempengaruhi harga di hari-hari mendatang.

Inventori minyak mentah AS yang meningkat dan kerusakan fasilitas energi di wilayah Teluk memperkuat tekanan ke bawah pada harga. Data EIA untuk minggu yang berakhir 13 Maret menunjukkan lonjakan stok sebesar 6,156 juta barel, melampaui ekspektasi 400 ribu barel. Pasar akan mencermati perkembangan geopolitik untuk melihat apakah gangguan pasokan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor penggerak utama pasokan minyak di masa mendatang. Pasar menimbang potensi gangguan pasokan jika konflik berlanjut atau memburuk. Sinyal-sinyal geopolitik akan memandu arah pergerakan harga dalam beberapa minggu mendatang.

Serangan terhadap fasilitas LNG terbesar di Qatar memperbesar risiko gangguan pasokan secara global. Perbaikan fasilitas tersebut diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun, menambah kerentanan rantai pasokan energi. Investor menilai bagaimana kerentanan infrastruktur bisa memicu volatilitas harga minyak.

Para pedagang akan memantau tajuk-tajuk geopolitik secara ketat untuk mencari sinyal perubahan risiko. Ketika ketegangan meningkat, pasar minyak bisa mengalami lonjakan karena kekhawatiran gangguan pasokan. Dalam konteks ini, pergerakan harga bisa tetap sangat volatil dalam jangka pendek.

broker terbaik indonesia