WTI Naik Mendekati 7% Didukung Gejolak Timur Tengah dan Penarikan Inventori AS

Signal /WTIBUY
Open84.000
TP90.000
SL82.000
trading sekarang

Pergerakan harga minyak mentah WTI menguat hampir 7% seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar menilai risiko konflik lebih luas telah melekat pada harga minyak. Saat ini, WTI diperdagangkan sekitar $84 per barel setelah reli, menandai pembalikan dari tiga hari penurunan.

Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,167 juta barel minggu lalu, jauh melebihi konsensus 2,5 juta barel. Penurunan ini mengikuti kenaikan 2,011 juta barel pada pekan sebelumnya. Faktor fundamental ini memberi dukungan berkelanjutan pada harga dan memperlebar ruang bagi pergerakan ke atas.

Ketegangan juga meningkat ketika Iran meluncurkan misil ke pangkalan militer AS di Yordania, menambah risiko pasokan global. Washington kemudian menjatuhkan sanksi baru terhadap delapan kapal tanker dan sepuluh entitas terkait pengiriman minyak Iran. Hal ini membuat harapan normalisasi jalur pasokan di Hormuz semakin rendah.

Rute pasokan dua jalur utama—Hormuz dan Bab el-Mandeb—menjadi sumber risiko bagi pasar minyak. Laju gangguan yang berpotensi meluas menjaga volatilitas tetap tinggi dan menambah tekanan pada harga kontrak berjangka. Investor tetap melihat peluang upside karena dinamika geopolitik berpotensi membebani suplai lebih lanjut.

Selain dinamika geopolitik, langkah kebijakan dan tindakan ekonomi dapat mempengaruhi perdagangan minyak. Otoritas AS menahan diri sambil menegaskan sanksi pada kapal tanker dan entitas terkait, menjaga aliran perdagangan namun menambah risiko hambatan. Laporan ini dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight.

Untuk trader, kondisi ini menuntut manajemen risiko yang ketat karena volatilitas bisa melonjak sewaktu-waktu. Strategi trading dengan risk-reward minimal 1:1,5 dapat ditempuh jika target harga berada di atas harga saat ini dengan stop loss yang lebih kecil secara proporsional. Pasar minyak tetap rentan terhadap perkembangan di area konflik, sehingga pendekatan wait-and-see juga masih relevan.

banner footer