WTI Stabil di Sekitar $60 Menunggu Keputusan OPEC+ Sambil Tengiz Pulih

trading sekarang

WTI meredam kenaikan dan bergerak di sekitar US$60,70 per barel, setelah mencapai level intraday sekitar US$61,60. Para pelaku pasar mencermati dinamika pasokan dan risiko geopolitik yang membayangi arah harga. Meski ada dorongan teknikal, faktor fundamental tetap menjadi penentu arah dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Sentimen pasar juga dipengaruhi kekhawatiran oversupply ketika lonjakan produksi di beberapa wilayah berpotensi menambah pasokan global. Serangkaian faktor seperti arus persediaan dan dinamika permintaan diminta untuk dipantau lebih lanjut. Sementara itu, kasus geopolitik yang berkelanjutan memunculkan premi risiko pada minyak mentah.

Para analis menilai bahwa kisaran harga masih relevan untuk jangka pendek karena para pedagang menanti sinyal dari OPEC+ serta pembaruan mengenai perkembangan pasokan pasca-gangguan produksi. Banyak investor menilai bahwa pergerakan harga mungkin berada dalam kanal sempit hingga ada klarifikasi kebijakan output secara menyeluruh.

IndikatorNilaiCatatan
Harga spot WTI≈ US$60,70Beranjak turun dari intraday tertinggi
Level intraday tinggiUS$61,60Menandai puncak sesi
Fase output TengizPulihProduksi dilanjutkan
Fokus pasarOPEC+ 1 FebruariPenilaian kebijakan output

Lapangan minyak Tengiz di Kazakhstan mulai memproduksi lagi setelah gangguan yang terlihat belakangan. Kementerian Energi Kazakhstan menyatakan produksi di lapangan minyak terbesar negaranya telah dilanjutkan, menguatkan aliran pasokan global. Langkah ini menandakan pemulihan pasokan yang cukup signifikan terkait gangguan beberapa waktu lalu.

Pengembalian produksi Tengiz mengubah dinamika pasokan global minyak, meskipun pasar masih mengkhawatirkan ketidakpastian permintaan akibat faktor makro dan geopolitik. Para analis menilai bahwa pemulihan ini dapat sedikit meredam tekanan ke atas harga jika permintaan tetap lemah. Namun, dampaknya pada tekanan harga tergantung bagaimana pasar menyerap perubahan produksi secara keseluruhan.

Dengan latar belakang ini, para pedagang akan memantau bagaimana OPEC+ menilai kondisi permintaan dan prospek pasokan untuk sisa 2026. Volatilitas tetap ada karena pasokan dari produsen besar dapat berubah seiring kebijakan output yang disepakati. Keputusan OPEC+ akan sangat menentukan arah selanjutnya bagi minyak mentah.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi sentimen penting bagi pasar minyak, dengan laporan bahwa kapal induk AS USS Abraham Lincoln dan kapal perang yang menyertainya berada di dekat Iran. Langkah demikian meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik, yang pada gilirannya menambah premi risiko pada harga minyak. Pasar mencoba menimbang efek jangka pendek terhadap aliran pasokan global.

Di sisi lain, dinamika perdagangan antara AS dan Kanada juga menjadi sorotan, ketika Presiden AS mengangkat kembali retorika dagang yang keras. Ancaman tarif secara langsung berimbas pada pasar minyak karena Kanada adalah pemasok penting bagi minyak mentah AS. Ketidakpastian perdagangan menambah tekanan sentiment terhadap risiko pada harga energi.

Terlepas dari faktor geopolitik, para pelaku pasar menunggu pertemuan OPEC+ pada 1 Februari, ketika para produsen kunci diperkirakan mempertahankan jeda terhadap peningkatan output. Skema kebijakan ini diharapkan menimbang kondisi permintaan global dan prospek pasokan. Dengan demikian, WTI diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran jangka pendek sambil menyeimbangkan risiko geopolitik yang tinggi.

broker terbaik indonesia