Harga minyak WTI tergelincir sekitar 0,8% ke sekitar USD 96,60 pada pembukaan perdagangan Eropa hari ini, memperpanjang koreksi dari level tertinggi tiga minggu di USD 103,33 yang tercapai kemarin. Sentimen pasar dipicu oleh harapan akan gencatan senjata di Timur Tengah meskipun risiko geopolitik tetap tinggi. Perkembangan ini menjaga volatilitas harga tetap tinggi dan menambah tekanan pada level support di dekat 93–94.
Analisis teknikal menunjukkan bias jangka pendek masih bullish, dengan harga bertahan di atas EMA 20 hari sekitar USD 90,70. Menurut laporan Cetro Trading Insight, RSI 61 mengindikasikan momentum positif. Penurunan menuju kisaran rendah di sekitar 90-an menarik pembeli, menjaga pola higher lows dan memperkuat dukungan di sekitar 84.
Rintangan pertama terletak di sekitar USD 100,00, diikuti oleh top level di USD 103,41. Peluang harga menembus 103,41 secara berkelanjutan bisa membuka jalan menuju kisaran mid-100-an. Di sisi bawah, dukungan terlihat di sekitar USD 93,00–USD 94,00, dengan penutupan harian di bawah EMA 20 hari untuk menekan bias bullish.
Di balik pergerakan harga terdapat faktor fundamental terkait pasokan dan permintaan. Selat Hormuz tetap menjadi jalur kritis karena sekitar 20% pasokan energi dunia melewati wilayah tersebut. Ketidakpastian geopolitik di kawasan itu membawa sentimen pasar tetap tegang meski beberapa tanda meredanya tensi muncul.
Pernyataan Iran bahwa mereka siap mengakhiri perang dengan jaminan tidak adanya agresi berulang berpotensi menurunkan risiko geopolitik. Meski demikian, dampak nyata terhadap aliran minyak belum terlihat sepenuhnya karena langkah-langkah tegas dan implementasi jaminan ini belum jelas. Sementara itu, UAE menegaskan kesiapan bergabung dengan AS dan sekutu untuk membuka kembali Hormuz secara paksa, yang jika terjadi bisa mengubah dinamika pasokan.
Komentar-komentar ini menambah volatilitas pasar sambil menjaga risiko pasokan global. Secara umum, aliran minyak bisa tetap terjaga jika langkah diplomatik berjalan mulus, tetapi komentar terbaru belum menjamin stabilitas jangka panjang. Investor terus memantau perkembangan karena perubahan kecil di Timur Tengah bisa memicu pergerakan harga.
Dari sisi teknikal, tren naik masih terjaga berdasarkan posisi harga di atas EMA 20 hari sekitar 90,70. RSI di 61 menunjukkan momentum positif yang tidak menunjukkan kelelahan pasar. Daerah support penting terlihat di sekitar 93,00–94,00.
Level resistensi utama berada di 100,00, diikuti oleh puncak 103,41; breakout di atas 103,41 secara berkelanjutan bisa membuka jalan menuju kisaran mid-100-an. Skenario downside tetap relevan jika harga gagal menembus 100,00 dan turun menembus 93–94, membuat EMA 20 hari sekitar 90,70 menjadi target pengetatan. Secara keseluruhan, pola higher lows mendukung kelanjutan tren bullish jangka pendek.
Rencana perdagangan menempatkan target keuntungan di sekitar 103,41 dengan profil risiko yang jelas; stop loss ditempatkan di 93,00 untuk menjaga rasio minimal 1:1,5. Pergerakan di atas 103,41 akan meningkatkan peluang kenaikan lebih lanjut, tetapi volatilitas geopolitik Timur Tengah tetap menjadi risiko utama.