WTI Turun Pasca Penundaan Serangan di Iran: Geopolitik Tetap Menguji Pasokan Global

trading sekarang

Harga minyak mentah WTI turun tajam. Pada saat penulisan, harga berada sekitar $92.20 per barel, turun sekitar 5,45% secara harian setelah lonjakan dari sekitar $100 menuju level rendah harian sekitar $83.99. Level rendah tersebut merupakan yang terendah dalam lebih dari satu minggu.

Penundaan serangan militer AS terhadap infrastruktur energi Iran dianggap sebagai katalis yang menekan kekhawatiran gangguan pasokan. Secara umum, perubahan pandangan pasar terkait risiko pasokan berimbas pada arah pergerakan harga minyak.

Cetro Trading Insight menilai pasar tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan risiko di Selat Hormuz. Para investor menilai bahwa volatilitas akan tetap tinggi meski ketegangan terlihat mereda dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan tensi di wilayah Teluk memberikan sedikit ruang bagi pasar, namun arah harga minyak tetap dipicu dinamika geopolitik yang rapuh. Investor menimbang prospek permintaan global yang dipengaruhi aktivitas ekonomi dan pergeseran kebijakan energi negara besar.

Menurut laporan Iran Fars News Agency, belum ada komunikasi langsung atau tidak langsung antara Washington dan Teheran yang dapat menenangkan pasar. Ketidakpastian komunikasi menyoroti fragilitas langkah deeskalasi dan potensi perubahan arah harga secara mendadak.

Para analis tetap berhati-hati mengenai tren jangka pendek. Analisis Vandana Hari dari Vanda Insights menekankan bahwa sentimen pasar bisa tidak stabil dalam waktu dekat, namun arah jangka panjang akan sangat bergantung pada kelanjutan aliran minyak dari wilayah Timur Tengah.

IEA mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berkonsultasi dengan pemerintah di Asia dan Eropa mengenai kemungkinan pelepasan cadangan strategis. Langkah semacam ini bisa meredakan tekanan harga untuk sementara waktu tanpa menyelesaikan masalah mendasar.

Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, menyampaikan bahwa pelepasan cadangan strategis dapat menolong harga sementara namun tidak mengatasi ketidakseimbangan struktural akibat konflik yang berlarut-larut.

Dengan demikian, pasar minyak tetap dibentuk oleh dinamika geopolitik. Investor menyesuaikan posisi dengan cepat menimbang setiap pengumuman politik dan risiko terhadap pasokan global di masa mendatang.

broker terbaik indonesia