WTI Turun Setelah Laporan EIA Naik Stok dan Produksi Venezuela Mulai Dipulihkan

Signal XTI/USDSELL
Open60.1
TP56
SL61.5

Harga minyak WTI melemah sejalan dengan sentimen pasar global dan dinamika geopolitik. Pergerakan harga diperdagangkan sekitar $60 per barel pada sesi Eropa awal, menandai penurunan untuk dua sesi berturut-turut. Pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko yang bisa mengubah keseimbangan pasokan.

Menurut laporan mingguan EIA, persediaan minyak mentah AS naik 3,391 juta barel selama pekan yang berakhir 14 Januari, membalikkan penurunan minggu sebelumnya. Angka ini menambah tekanan bagi harga karena meningkatnya pasokan dapat menurunkan insentif bagi produsen. Analisis menunjukkan bahwa permintaan global juga menjadi faktor penentu utama pergerakan harga saat ini.

Sementara itu, Venezuela mulai mengurangi pemotongan produksi yang diberlakukan di bawah embargo AS, seiring ekspor minyak mentah dilanjutkan. Langkah ini diyakini bertujuan menjaga aliran pendapatan negara dan menjaga arus ekspor agar tetap berjalan. Para analis menilai dampaknya terhadap harga jangka pendek mungkin terbatas namun tetap menambah tekanan pada pasar minyak.

Faktor Fundamental yang Menekan Harga Minyak

Laporan EIA yang menunjukkan lonjakan stok menambah asumsi bahwa pasokan minyak mentah di pasar global bisa bertambah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi sorotan utama bagi investor. Meskipun demikian, ketidakpastian geopolitik tetap tinggi, mempengaruhi volatilitas harga.

Hiroyuki Kikukawa, kepala strategi di Nissan Securities Investment, menilai tekanan jual didorong oleh ekspektasi bahwa AS akan menahan diri dari tindakan militer terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa sentimen bearish juga dipicu oleh kenaikan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan pasar. Analisisnya menegaskan bahwa sentimen pasar cenderung melemah dalam beberapa minggu mendatang.

Para pelaku pasar diperkirakan menjaga fokus pada laporan surplus persediaan dan kebijakan negara produsen utama, sehingga kisaran harga WTI kemungkinan bertahan di sekitar $55-$65 untuk sementara waktu.

Perspektif Pasokan, Permintaan, dan Outlook Pasar

Walau risiko geopolitik tetap tinggi, kekecewaan pada potensi gangguan produksi menekan premi risiko di pasar minyak. Kekhawatiran terhadap kelangsungan pasokan seringkali menjadi faktor penentu lonjakan harga, meski saat ini momentum fiskal dan permintaan global masih dalam batas wajar.

Presiden AS menyatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan pembunuhan terkait Iran mulai mereda dan tidak ada rencana serangan militer besar. Meski demikian, para analis menekankan bahwa pergerakan harga minyak sangat responsif terhadap perubahan kebijakan dan peristiwa tak terduga. Pasar saat ini cenderung konsolidasi, dengan kisaran utama berada pada sekitar $55-$65 per barel.

Untuk trader, analisis teknikal mengindikasikan peluang dari kisaran tersebut, sementara faktor fundamental tetap menjadi pendorong utama. Rilis data EIA dan langkah kebijakan negara produsen akan menjadi fokus utama dalam beberapa minggu ke depan, menambah ketidakpastian namun juga peluang bagi pergerakan harga yang terukur.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image