WTI Turun untuk Hari Keempat Seiring Normalisasi Arus Hormuz dan Waiver Iran

trading sekarang

Harga minyak mentah WTI diperdagangkan sekitar USD 69.30 per barel saat berita ini ditulis, turun 0.65 persen. Ini menandai hari keempat berturut-turut penurunan harga, didorong oleh normalisasi arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Cetro Trading Insight mencatat dinamika ini sebagai refleksi perubahan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar global.

Faktor utama di balik sentimen bearish adalah kembalinya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz menuju kondisi normal, sehingga sekitar seperlima pasokan energi dunia mengalir lewat rute tersebut. Data pelayaran mengonfirmasi pergeseran ini, dengan laporan bahwa sekitar 20 juta barel minyak berlalu melalui selat dalam periode 24 jam.

Selain itu, perjanjian interim membuka jalan bagi tiga tanker yang sebelumnya terdampar untuk melanjutkan pelayaran, membawa total 5 juta barel Crude. International Maritime Organization (IMO) juga mengonfirmasi adanya jaminan yang memungkinkan ratusan kapal keluar dari Teluk Persia, menambah dinamika pasokan global.

Langkah kebijakan AS yang memberikan pengecualian sementara bagi pembeli minyak Iran yang sudah dimuat telah meningkatkan volume penjualan Iran di pasar internasional, memperluas pasokan yang tersedia dan memberi tekanan pada harga.

Di tingkat OPEC, Irak mengancam mempertimbangkan semua opsi jika kuotanya tidak ditingkatkan secara signifikan. Ketegangan ini menambah kekhawatiran mengenai kohesi kebijakan kelompok produsen utama, terutama setelah UAE meninggalkan kebijakan sebelumnya.

Meski tekanan bearish membayangi, beberapa analis menilai peningkatan produksi Iran belum tentu besar atau berkelanjutan meskipun waiver bisa diperpanjang. Goldman Sachs menekankan nuansa ini dalam evaluasi pasar yang sedang mencoba menilai dampak nyata dari normalisasi pasokan Timur Tengah.

Meskipun normalisasi arus pasokan memberi tonjolan bearish pada harga, durasi tren ini masih diperdebatkan di kalangan analis. Banyak ahli menilai bahwa dinamika aliran minyak melalui Hormuz bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kejadian geopolitik dan respons kebijakan. Kondisi ini menuntut kehati-hatian dari para pelaku pasar terkait arah harga di minggu-minggu mendatang.

Faktor-faktor seperti kebijakan produksi OPEC, dinamika geopolitik, dan data produksi mingguan tetap menjadi kerangka utama pergerakan harga. Pelaku pasar juga mengamati tanda-tanda perubahan permintaan global dan keberlanjutan arus pelayaran sebagai indikator utama. Cetro Trading Insight menilai bahwa pasar masih menimbang risiko terhadap kepastian pasokan dan permintaan dalam konteks regional.

Untuk trader, saat ini sinyal trading yang tegas belum terlihat sehingga sinyal pasar dinyatakan no. Pelaku pasar disarankan menghindari eksposur berlebihan sambil menunggu konfirmasi dari data atau pernyataan kebijakan yang relevan. Rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 menjadi patokan dalam mengambil posisi jika sinyal berubah.

banner footer