Harga perak XAG/USD telah turun menuju level terendah dua pekan, mendekati 73,35 dolar AS, seperti dilaporkan Cetro Trading Insight. Pasar sedang menimbang arah kebijakan bank-bank sentral utama yang akan merilis keputusan dalam minggu ini. Tekanan kebijakan moneter yang lebih ketat cenderung menekan permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Kebijakan energi yang terguncang akibat konflik regional turut menambah tekanan inflasi secara global, mendorong bank sentral untuk mempertahankan sikap mereka atau bahkan menaikkan suku bunga di masa mendatang. Dalam konteks ini, logam mulia cenderung tampil sebagai aset pelindung nilai, namun permintaan dapat meredup jika ekspektasi pengetatan terlalu kuat.
Sementara itu, narasi geopolitik tetap memicu pergerakan pasar. Ketegangan di jalur Hormuz memperkuat harga minyak dan mendorong dolar AS menjadi safe-haven, sehingga menambah bobot pada perak. Analisa teknikal menunjukkan bias bearish yang tetap dominan di pasar saat ini.
Secara teknikal, momentum menurun terlihat dari RSI sekitar 35 dan MACD yang tetap negatif, menandakan tekanan turun yang berlanjut. Harga berada di bawah 38,2 persen retracement dari tren bullish akhir Maret hingga awal April, sekitar 74,70, menegaskan bias bawah.
Level support terdekat berada di sekitar 72,60 hingga 72,12, dengan kemungkinan bergerak lebih rendah menuju 70,00 sebagai level retracement utama 61,8 persen. Di sisi atas, resistance berada di sekitar 74,70, kemudian 76,60 dan 78,50 yang berfungsi sebagai penghalang jika harga mencoba rebound.
Analisa ini kembali menegaskan pola bearish; laporan teknikal menyoroti peluang jika harga menembus level 72,60–72,12 untuk melanjutkan turun ke area sekitar 70,00 sebagai target utama dalam kerangka waktu dekat.
Keputusan kebijakan moneter global, lonjakan inflasi akibat kejutan energi, serta volatilitas geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan logam mulia. Karena XAG/USD adalah logam non-yield, ia lebih sensitif terhadap perubahan sikap bank sentral dalam siklus pengetatan yang sedang berlangsung.
Konflik regional dan dinamika harga minyak turut memperburuk volatilitas pasar dan mendukung dolar AS sebagai safe-haven. Kondisi ini menambah tekanan pada permintaan logam mulia dan berpotensi memperpanjang tren turun jangka pendek untuk XAG/USD.
Dalam konteks perdagangan, sinyal teknikal menunjukkan peluang jual sesuai target sekitar 70,00 dan stop loss sekitar 75,50, dengan rasio risiko-keuntungan di atas 1:1,5. Rekomendasi ini konsisten dengan kerangka teknikal yang menyoroti bias turun dan level kunci untuk konfirmasi tren ke bawah.