
Harga perak (XAG/USD) berada di sekitar $65.90 per troy ounce pada jam perdagangan Asia Senin, menandai jeda dari tren penurunan tiga hari. Analis menilai dinamika inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap menjadi fokus utama pasar. Ketegangan geopolitik juga menambah volatilitas yang perlu dicermati investor.
Suara hawkish di kalangan pembuat kebijakan meningkatkan risiko bagi logam mulia yang tidak memberikan hasil. Ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat memperkuat dolar dan menambah tekanan untuk XAGUSD. Investor menimbang apakah perak bisa mempertahankan levelnya di tengah probabilitas pengetatan lanjutan.
Menurut laporan CNBC, ancaman langsung terhadap Iran menambah dinamika geopolitik yang bisa memicu volatilitas pasar. Ketegangan tersebut memperparah kekhawatiran atas inflasi dan memperkuat tekanan pada kebijakan moneter. Dengan semua faktor ini, perak terlihat tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika penggerak makro tetap menunjukkan jalur yang tegas.
Dolar AS menguat kembali, menekan logam mulia karena permintaan terhadap aset berdenominasi dolar meningkat. Kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish menambah peluang dolar menguat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Pasar tetap mengaitkan pergerakan XAGUSD dengan arah kebijakan moneter AS.
Ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat memperkuat dolar dan menambah tekanan pada logam mulia. Investor menilai bahwa laju suku bunga yang lebih tinggi membuat imbal hasil relatif menarik, meskipun logam mulia tidak memberikan aliran pendapatan.
Sejumlah tokoh pasar menyoroti bahwa jeda pada suku bunga sekarang tidak menutup kemungkinan kenaikan pada bulan September, meningkatkan volatilitas pada XAGUSD. Narasi dolar yang kuat sering menjadi pendorong utama dalam perdagangan logam mulia. Perkembangan kebijakan moneter global akan tetap menjadi kunci pembentukan harga dalam beberapa kuartal ke depan.
Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan penurunan beruntun dan akhirnya stabil di sekitar $65.90 per troy ounce. Analisis pola chart mengindikasikan tekanan jual yang masih relevan di kisaran ini. Pelaku pasar memantau level kunci yang bisa menentukan arah jangka pendek.
Dengan dasar fundamental yang menekan, peluang rebound jangka pendek tampak terbatas. Kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang hawkish menambah konteks bagi potensi penurunan lebih lanjut. Namun perubahan sentimen bisa terjadi jika ada kejutan data inflasi atau stabilitas geopolitik.
Bagi trader, peluang jual bisa dipertimbangkan dengan memperhatikan open sekitar 65.90 dan target penurunan mendekati 64.00. Penting untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal 1:1,5 dengan stop loss di atas 67.00. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca membuat keputusan trading yang lebih terinformasi. Selalu ingat bahwa dinamika geopolitik dapat mengubah lanskap dengan cepat.