Yen Berpotensi Rally Counter-Trend di Tengah Volatilitas Global: Analisa Carry Trade dan Kebijakan BoJ

Yen Berpotensi Rally Counter-Trend di Tengah Volatilitas Global: Analisa Carry Trade dan Kebijakan BoJ

Signal USD/JPYSELL
Open155.000
TP154.550
SL155.300
trading sekarang

Para analis MUFG Derek Halpenny, Lee Hardman, dan Abdul-Ahad Lockhart menilai Yen Jepang belum mendapatkan manfaat dari lonjakan volatilitas terbaru meski indeks JPY berbasis perdagangan mendekati rendah level sepanjang tahun. Pelaku pasar tetap menilai risiko global dan likuiditas sebagai faktor utama yang mempengaruhi carry trade yang didanai dalam yen. Dalam catatan mereka, lonjakan volatilitas sebelumnya pernah memicu reli yen secara tajam meski arah jangka pendek masih sulit diprediksi.

Para pengamat menegaskan bahwa mata uang funding seperti yen belum pulih secara signifikan meski volatilitas meningkat. Indeks trade-weighted JPY berada dekat posisi terendah sejak awal tahun, meningkatkan risiko berlanjutnya carry trades berbasis yen jika aversi risiko memburuk. Begitu risiko pasar meningkat, tekanan pada carry trades bisa mempercepat perubahan arah, membawa yen ke pergerakan counter-trend.

Mereka menambahkan bahwa kejutan volatilitas sebelumnya telah memicu reli yen pada beberapa momen penting. Jika tekanan risiko semakin kuat, squeeze terhadap carry trades yang telah lama menumpuk bisa menjadi pemicu pembalikan tren yen. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.

Di sisi kebijakan, perbedaan sikap BoJ dengan bank sentral utama lain menambah dinamika carry trade. Ketika BoJ mempertahankan kehati-hatian dan menahan kenaikan suku bunga, sementara beberapa bank sentral besar melanjutkan pengetatan, arus pembiayaan berbasis yen tetap menjadi sumber volatilitas pasar valuta asing. Kondisi ini memperkuat potensi perubahan arah jika pasar menilai biaya pembiayaan kembali menjadi lebih mahal bagi pelaku carry trade.

Catatan MUFG menunjukkan bahwa sejak krisis energi 2022, yen menjadi salah satu mata uang G-10 berkinerja terburuk karena kejutan negatif pada neraca perdagangan dan kebijakan BoJ yang berhati-hati. Trade-weighted JPY telah melemah sekitar 23% sejak guncangan tersebut, dengan sebagian besar kerugian terjadi setelah volatilitas pasar mencapai puncaknya pada April 2025 saat pengumuman tarif terkait perdagangan. Angka-angka itu menyoroti risiko yen bisa mengalami rebound jika tekanan volatilitas meningkat akibat faktor geopolitik.

Menurut analisis mereka, ada peluang yen menguat jika volatilitas pasar kembali meningkat, misalnya akibat eskalasi konflik regional yang memicu squeeze pada carry trades. Namun arah sebenarnya sangat bergantung pada dinamika risiko aversi dan langkah kebijakan selanjutnya dari BoJ. Secara keseluruhan, artikel ini menekankan pentingnya manajemen risiko bagi pelaku trading carry trades dan investor mata uang, sebagaimana disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia