Yen Menguat Tipis Seiring Prospek BoJ, Namun Risiko Minyak Meningkatkan Ketidakpastian USDJPY

Yen Menguat Tipis Seiring Prospek BoJ, Namun Risiko Minyak Meningkatkan Ketidakpastian USDJPY

trading sekarang

Yen telah menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar, membuat pasangan USDJPY turun kembali di bawah level 156,00 setelah menyentuh puncak 156,82 kemarin. Analisis yang dirilis MUFG menekankan bahwa kebijakan longgar Bank of Japan tetap menjadi hambatan utama bagi pemulihan mata uang Jepang, sehingga pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap langkah selanjutnya.

Penunjukan dua anggota dewan BoJ yang dovish, dikenal sebagai pendukung kebijakan reflation, menambah kekhawatiran mengenai seberapa cepat kebijakan bisa dinormalisasi ke depan. Langkah ini menumbuhkan asumsi bahwa jalur kebijakan bisa berjalan lebih lambat dari harapan awal, meskipun tidak mengubah gambaran umum dalam waktu dekat.

Pasar tetap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berikutnya bisa terjadi secepat April, sekitar 17 basis poin, dan ekspektasi kenaikan lanjutan hingga akhir tahun hampir sepenuhnya tercapai. Proyeksi ini menambah dimensi kebijakan BoJ sebagai pendorong utama pergerakan USDJPY dalam beberapa kuartal mendatang.

Rilis sinyal politik dari Perdana Menteri Takaichi dan nominasi dewan BoJ yang dovish menambah kekhawatiran mengenai seberapa cepat kebijakan bisa dinormalisasi. Ketidakpastian tentang arah kebijakan ini berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut pada pasangan USDJPY di pasar valuta asing.

Faktor lain yang mempengaruhi visibilitas yen adalah risiko minyak dan ketegangan di Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik bisa mendorong pergerakan dolar yang lebih tinggi terhadap yen jika risiko inflasi meningkat dan aliran energi terganggu.

Pelaku pasar tidak mengharapkan perubahan besar dalam proyeksi kebijakan BoJ dalam jangka pendek; meskipun demikian, dinamika minyak dan dinamika geopolitik bisa menjadi katalis volatilitas bagi USDJPY. Investor perlu mengawasi perkembangan kebijakan dan harga energi sebagai sinyal utama arah mata uang.

Risiko Harga Minyak dan Prospek Mata Uang Global

Kenaikan harga minyak, terutama jika dipicu oleh ketegangan militer di Timur Tengah, merupakan risiko langsung bagi inflasi dan bagi mata uang negara importir energi seperti Jepang dan Eropa. Ketatnya harga energi dapat menambah tekanan terhadap yen meskipun beberapa faktor kebijakan berfungsi sebagai bantalan.

Potensi lonjakan harga minyak dapat memperbesar risiko penurunan nilai mata uang negara pengimpor energi, seperti Jepang dan Eropa, dan membatasi ekspektasi penguatan dolar AS di sepanjang tahun ini. Analisa menunjukkan bahwa volatilitas energi bisa menjadi faktor kunci dalam pergerakan USDJPY lebih lanjut.

Secara umum, pasar tetap berhati-hati terhadap potensi volatilitas yen dan USDJPY karena dinamika kebijakan BoJ dan faktor eksternal. Artikel ini disusun untuk pembaca oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia