Kit Juckes dari Societe Generale mencatat yen melemah pada sesi pagi ini. Ia mengaitkan pelemahan dengan pernyataan Perdana Menteri Takaichi yang menyampaikan keraguannya terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. China juga meningkatkan responsnya dengan menambahkan lebih banyak perusahaan Jepang ke dalam daftar kendali ekspor sebagai balasan atas komentar Tokyo mengenai Taiwan.
Hubungan antara yield berbeda dan perbedaan suku bunga saat ini telah terlepas dari pergerakan USD/JPY. Korelasi yen terhadap yield terlihat jelas dalam kerangka waktu pendek, tetapi dinamika tersebut telah melemah dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan hasil AS dan ketahanan yield Jepang telah meninggalkan yen dalam tekanan, meski langkah fiskal dan potensi intervensi menahan volatilitas sementara.
Faktor fiskal yang sempat menambah ketidakpastian mulai mereda sebagian, dan potensi intervensi menjadi faktor yang menahan volatilitas. Namun apa pun yang BoJ lakukan atau tidak lakukan dinilai belum sepenuhnya mengubah dinamika yen dalam jangka menengah. Analisis menekankan bahwa yen perlu pertumbuhan Jepang yang lebih kuat, lebih dari sekadar penyesuaian kebijakan, agar tren penguatan berkelanjutan.
Nilai tukar USDJPY tidak lagi mengikuti perbedaan yield antara AS dan Jepang, menandai pergeseran dinamika pasar. Yen melemah karena sinyal bahwa kabinet akan berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut dan karena China menambahkan beberapa perusahaan Jepang ke dalam daftar kendali ekspor sebagai respons terhadap komentar mengenai Taiwan.
Apa yang dibutuhkan agar yen bisa menguat lagi? Menurut analisis, pertumbuhan Jepang yang lebih kuat menjadi faktor utama untuk mendukung yen, lebih dari sekadar penyesuaian kebijakan BoJ. Tanpa momentum tersebut, yen berisiko kembali melemah jika risiko eksternal meningkat.
Investor juga menilai bahwa kebijakan fiskal dan sentimen risiko akan memainkan peran penting. Meskipun dukungan fiskal meningkat, ekonomi Jepang perlu eksekusi nyata untuk menguatkan daya tarik yen di masa depan.
Meskipun risiko intervensi tetap ada, arah pergerakan USDJPY bisa dipicu oleh data ekonomi AS, pernyataan BoJ, dan dinamika risiko global. Pelaku pasar perlu memantau rilis data AS serta komentar pejabat BoJ yang bisa mengubah ekspektasi kebijakan dan volatilitas pasangan ini.
Analisis ini menggabungkan kerangka fundamental dengan sudut teknikal yang menyoroti potensi pergerakan. Perubahan data AS atau perubahan nada kebijakan BoJ bisa memperbesar gap antara harga dan ekspektasi teknikal, sehingga perlu kehati-hatian dalam penempatan posisi.
Kesimpulan untuk investor adalah menjaga strategi manajemen risiko dengan mempertimbangkan peluang reward yang layak. Dalam skenario ini, jika posisi USDJPY bergerak sesuai arah yen melemah, potensi risk-reward minimal 1:1.5 perlu menjadi acuan sebelum membuka posisi baru. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.