Sejak pembukaan perdagangan tahun 2026, pasar saham AS menampilkan nada hati-hati dengan S&P 500 dan Nasdaq berada pada level datar, sedangkan Dow mencoba menjaga posisi di awal sesi. Kekuatan di sektor semikonduktor membantu menahan tekanan pada bagian teknologi lain, menandai transisi dari kinerja gemilang 2025 ke momentum awal tahun yang lebih terukur. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan risiko makro yang membayangi pasar.
Penundaan kenaikan tarif untuk furnitur berlapis serta barang rumah memberi dorongan sementara bagi saham-saham spesifik di area tersebut, meskipun sentimen pasar secara keseluruhan tetap berhati-hati. Banyak investor menilai perubahan biaya produksi dan dinamika rantai pasokan sebagai faktor utama di balik pergerakan harga pada sektor non-teknologi. Secara umum, ini mengantisipasi rotasi modal yang lebih luas meski fokus tetap pada teknologi inti.
Survei strategi CNBC menyoroti pandangan optimis untuk indeks utama, dengan target S&P 500 sekitar 7.629 yang mencerminkan potensi kenaikan dua digit sepanjang 2026. Para analis melihat peluang kepemimpinan pasar meluas ke sektor non-teknologi dan bank regional, meskipun beberapa nama teknologi nilai tinggi bisa tertinggal sementara pasar mencerna dinamika valuasi.
Penopang utama pasar datang dari semikonduktor yang menguat pasca belanja teknologi 2025, dengan Nvidia dan Micron melanjutkan momentum yang didorong oleh permintaan AI. Di sisi lain, beberapa raksasa perangkat lunak seperti Salesforce dan CrowdStrike bergerak lebih lemah, menunjukkan selektivitas dalam pemulihan sektor teknologi.
Momentum AI dan belanja pada infrastruktur teknologi membantu menjaga arah pasar, meskipun dinamika harga di sektor perangkat lunak relatif beragam. Perusahaan chip tetap menjadi katalis utama bagi sentimen investor, sementara risiko volatilitas di segmen software menandakan perlunya seleksi dalam memilih saham.
Di sisi kinerja, meskipun memulai tahun dengan nada rendah, 2025 menutup dengan keuntungan signifikan di semua tolok ukur utama. Hal ini memberi basis bagi ekspektasi positif di tahun baru, didorong oleh pemulihan permintaan chip dan kepercayaan bahwa rotasi sektor bisa menghasilkan peluang bagi portofolio yang terdiversifikasi.
Kepemimpinan Federal Reserve menjadi sorotan utama karena sinyal tentang masa jabatan Ketua Jerome Powell di masa depan belum jelas. Ketidakpastian ini menambah tekanan pada perdebatan mengenai arah kebijakan moneter dan potensi perubahan komposisi FOMC jika Powell mengurangi keterlibatannya. Para pengamat percaya keputusan tersebut berpotensi mengubah dinamika suku bunga dan likuiditas pasar.
Di lini korporasi, Warren Buffett secara resmi menyerahkan peran CEO Berkshire Hathaway kepada Greg Abel, menandai era transisi enam dekade bagi konglomerat raksasa tersebut. Meskipun suksesi ini diterima dengan hati-hati, beberapa investor menyoroti bahwa cadangan kas perusahaan tetap kuat dan diversifikasi portofolio memberikan bantalan terhadap guncangan ekonomi.
Secara keseluruhan, variasi kepemimpinan di Federal Reserve dan perusahaan besar menambah fokus pada bagaimana investor menyeimbangkan risiko kebijakan dan dinamika biaya. Prinsip jangka panjang tetap menjadi panduan, dengan alokasi modal yang hati-hati dan fokus pada inovasi sebagai pendorong pertumbuhan di 2026.