Laporan Data Ketenagakerjaan AS dan Inflasi Global Jadi Sorotan Pasar Minggu Depan

Dukungan Data Ketenagakerjaan AS dan Indikator Ekonomi Terkait

Laporan lapangan pekerjaan AS diperkirakan menjadi rilis ekonomi utama minggu depan. Selain itu, data AS lainnya termasuk indeks ISM dan survei sentimen konsumen turut membentuk gambaran pertumbuhan. Investor menilai bagaimana data ketenagakerjaan mempengaruhi persepsi kebijakan moneter dan likuiditas pasar.

Nonfarm payrolls diproyeksikan naik sekitar 50 ribu pekerjaan, dengan tingkat pengangguran sedikit turun menjadi sekitar 4,5 persen. Pertumbuhan pendapatan per jam diperkirakan meningkat sekitar 0,3 persen secara bulanan. Angka-angka ini penting karena bisa mengurangi kekhawatiran atas tekanan inflasi tenaga kerja.

Sementara itu, ADP dan JOLTS diperkirakan dirilis pada pertengahan minggu untuk menguatkan gambaran tenaga kerja. Indeks ISM diperkirakan mencapai 48,8 untuk manufaktur dan 52,1 untuk layanan, menunjukkan dinamika permintaan yang berbeda antar segmen. Rilis survei konsumen University of Michigan diperkirakan naik ke 54,0, dan biaya tenaga kerja unit Q3 dipaparkan pada akhir pekan.

Inflasi Eropa dan Tiongkok Mendominasi Fokus Pasar

Di Eropa, fokus utama pasar adalah inflasi konsumen awal Desember di Zona Euro. Pembacaan untuk Jerman dan Prancis dijadwalkan pada hari Selasa, dan rilis untuk seluruh Zona Euro akan dilakukan pada hari Rabu. Di luar Zona Euro, inflasi konsumen juga akan dicermati di Swiss, Swedia, dan Norwegia.

Langkah kebijakan bank sentral di kawasan ini tetap dipengaruhi oleh laju harga, dengan pelaku pasar menilai tanda-tanda moderasi yang bisa menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Data CPI di negara anggota bisa menggerakkan imbal hasil obligasi dan arah kurs utama. Analisis memantau bagaimana pergeseran harga konsumen akan berdampak pada ekspektasi inflasi dan potensi tekanan kredit.

Di Jerman misalnya, rilis penting lain meliputi pesanan pabrik, produksi industri, dan neraca perdagangan yang dijadwalkan pada hari Jumat. Kegiatan manufaktur dan perdagangan akan membantu menilai kemampuan ekonomi regional untuk menjaga laju pertumbuhan. Hasilnya dapat mempengaruhi kebijakan harga jangka menengah serta kepercayaan investor dalam aset berisiko.

Sorotan Data Asia Pasifik: CPI PPI China dan Upah Jepang

Sementara itu fokus Asia Pasifik meliputi CPI dan PPI di Tiongkok pada hari Jumat, yang memberikan gambaran harga konsumen dan produksi di ekonomi terbesar kedua dunia. Sisi lain, data upah di Jepang dirilis pada hari Rabu, menambah konteks tekanan biaya tenaga kerja di negara industri maju tersebut. Pengamat menilai sinyal-sinyal ini bisa mengubah arus alokasi risiko di pasar Asia.

Pertumbuhan harga di China dan pergeseran biaya tenaga kerja di Jepang bisa mempengaruhi rencana kebijakan Bank Rakyat China dan Bank of Japan. Investors meninjau bagaimana pergerakan CPI dan PPI berpotensi memperkuat atau menahan laju yield global. Kedua rilis ini juga mempengaruhi pergerakan kurs mata uang utama terhadap USD dan dinamika pasar regional.

Mengingat berbagai rilis data mendatang, pasar menyiapkan volatilitas lebih tinggi di beberapa segmen, terutama pasangan mata uang sensitif berita ketenagakerajaan dan harga. Pelaku pasar disarankan memantau tekanan inflasi regional serta dinamika permintaan di sektor industri. Artinya, investor perlu menyiapkan rencana manajemen risiko seiring data ekonomi bergerak.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image