ABN AMRO Tingkatkan Proyeksi Pertumbuhan Belanda hingga 2026: Konsumsi dan Ekspor Jadi Penopang

trading sekarang

ABN AMRO menyatakan bahwa GDP Belanda pada kuartal keempat 2025 tumbuh lebih kuat dari perkiraan, tercatat 0,5% secara kuartal ke kuartal. Data tersebut menegaskan momentum positif sepanjang paruh kedua tahun ini. Para ekonom menyatakan bahwa sinyal ini mengubah lanskap pertumbuhan menjadi lebih optimis untuk periode selanjutnya.

Data tersebut juga menempatkan fokus pada kontributor utama pertumbuhan, terutama konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang tetap menjadi motor utama. Laporan tersebut menilai bahwa dinamika domestik akan mempertahankan laju pertumbuhan melalui 2026.

Selain itu, analisis menunjukkan adanya kontribusi positif bersih dari ekspor neto. Meski ada drag dari tarif AS terhadap ekspor tertentu, peningkatan ekspor ke pasar lain memberikan kompensasi yang signifikan. Secara keseluruhan, momentum kuat diperkirakan berlanjut ke 2026.

Konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi pilar utama pertumbuhan Belanda tahun lalu, dengan keduanya menunjukkan sinyal stabil meskipun tantangan harga konsumen tetap ada. Keseimbangan fiskal dan dukungan kebijakan publik memperkuat daya beli rumah tangga serta kepercayaan bisnis.

Di sisi ekspor, neto kontribusinya tetap positif meski ada tekanan pada pasar Amerika Serikat. Peluang ekspor ke negara-negara lain berhasil mengompensasi perlambatan di saluran perdagangan tertentu, menjaga dinamika luar negeri tetap sehat.

Selain itu, laporan menilai bahwa hambatan tarif AS terhadap beberapa produk masih terasa, tetapi dampaknya berkurang karena diversifikasi mitra dagang dan permintaan global yang kuat. Penekanan pada kualitas manufaktur dan inovasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing jangka menengah.

Proyeksi pertumbuhan untuk 2026 dinaikkan menjadi 1,6% dengan 2027 tetap di 1,4%, mencerminkan pemulihan berkelanjutan. Dukungan dari konsumsi domestik dan ekspor yang resilien menjadi pilar utama jalur pertumbuhan yang direvisi.

Faktor global dan kebijakan domestik turut membentuk arah pergerakan ekonomi. Stabilitas pengeluaran publik, kebijakan fiskal yang konsisten, serta kemampuan sektor ekspor untuk memasuki pasar baru menjadi fokus utama bagi proyeksi menengah.

Untuk investor, dinamika ini menekankan pentingnya fokus pada pendapatan konsumsi dan eksposur terhadap perdagangan internasional. Penempatan aset yang sensitif terhadap siklus belanja publik dan permintaan global dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko. Artikel ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia