Menurut BBH, dolar AS telah memangkas beberapa keuntungan terhadap mata uang yang secara historis sensitif terhadap komoditas. Pergerakan ini terjadi seiring perubahan sentimen pasar dan dinamika imbal hasil yang lebih seimbang. Analisis ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, menyoroti bahwa fokus investor bergeser dari perlindungan risiko menuju ekspektasi pertumbuhan di sektor terkait komoditas.
Lonjakan belanja modal di sektor AI adalah katalis utama dalam pembaruan lanskap ini. Kebutuhan energi, chip, dan infrastruktur menambah permintaan terhadap logam mulia seperti emas dan perak, serta logam industri seperti tembaga, platinum, dan palladium. Tekanan permintaan tersebut berdampak pada arus modal dan nilai tukar terhadap mata uang komoditas.
Selain itu, berita terkait beberapa raksasa teknologi memperluas investasi pusat data dan perangkat keras, yang pada gilirannya dapat memperkuat sentimen risiko global. Investor juga melihat peluang bagi mata uang komoditas untuk menguat jika bias belanja AI terus bertahan. Secara umum, dinamika ini memicu perubahan aliran modal antar mata uang utama.
Belanja modal AI diperkirakan meningkatkan permintaan untuk logam mulia dan logam industri karena peran mereka dalam chip berkinerja tinggi, kabel, dan infrastruktur energi. Riset pasar menunjukkan bahwa sektor ini bisa mendapatkan manfaat dari lonjakan aktivitas data center dan jaringan terkait. Namun, respons harga akan tergantung pada keseimbangan pasokan dan biaya produksi logam.
Setiap server baru serta sistem daya menuntut jumlah logam tertentu, termasuk perak, emas, platinum, palladium, dan tembaga, untuk komponen-komponen penting. Kenaikan permintaan ini berpotensi menekan pasokan, sehingga memberi ruang saat volatilitas pasar logam meningkat. Para investor perlu memantau dinamika biaya energi dan logam ada untuk memahami arah harga jangka menengah.
Beberapa mata uang terkait komoditas, seperti AUD, CLP, ZAR, BRL, MXN, dan PEN, diperkirakan berkinerja lebih baik seiring dengan rencana belanja AI dan meningkatnya permintaan logam. Eksposur ekonomi negara-negara penghasil komoditas memberi sinyal positif bagi aliran modal jangka menengah. Artikel ini tetap menekankan bahwa pergerakan harga akan bergantung pada kemajuan implementasi AI dan respon pasar terhadap suku bunga serta dinamika global.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan telah ditinjau oleh editor untuk akurasi.