KRW Tertekan Meski Ekspor Korea Meningkat: MUFG Prediksi Volatilitas USD/KRW hingga 2026

trading sekarang

MUFG mencatat ekspor Korea menunjukkan pertumbuhan yang solid, didorong terutama oleh sektor semikonduktor. Pendorong ini menjadi penopang utama bagi pandangan positif terhadap ekonomi, meskipun kondisi mata uang menghadirkan tantangan tersendiri. KRW melemah seiring keluarnya ekuitas asing dalam jumlah besar, tercatat sekitar USD 5,3 miliar pada periode tertentu.

Kinerja ekspor yang kuat membentuk fondasi bagi prospek ekonomi, namun aliran modal keluar menimbulkan tekanan pada valuasi mata uang. Dalam konteks ini, MUFG menekankan bahwa dinamika perdagang akan tetap berombak, meskipun terdapat dorongan untuk perlahan menurunkan nilai USD/KRW seiring perbaikan fundamental. Pengamatan semacam ini menekankan pentingnya membedakan antara arah fundamental dan volatilitas jangka pendek.

Secara keseluruhan, laporan ini menyoroti dua sisi: kekuatan ekspor yang mendukung pertumbuhan, dan tantangan mata uang yang dipicu oleh aliran modal asing. Nama media ini, Cetro Trading Insight, menekankan pentingnya analisis menyeluruh untuk menilai risiko bagi investor yang menimbang peluang di pasar Korea.

MUFG menilai bahwa siklus pelonggaran Bank of Korea kemungkinan telah berakhir, didorong oleh kinerja ekonomi yang lebih baik dan stabilitas keuangan yang lebih terjaga. Risiko terkait pasar perumahan Seoul dipandang sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi volatilitas mata uang. Dalam konteks itu, volatilitas KRW diperkirakan tetap tinggi meskipun arah jangka menengah cenderung stabil.

Selain itu, pasar internasional menoleh pada valuasi AI dan sentimen risiko yang lebih luas, yang berdampak pada aliran modal dan pergerakan mata uang. Mereka menilai bahwa krisis likuiditas tidak menjadi dominan, namun ketidakpastian tetap menjadi ciri utama perdagangan. Para pelaku pasar disarankan memantau data ekonomi domestik maupun eksternal secara cermat.

Indikator utama menyiratkan bahwa volatilitas tersebut bisa menjadi bagian dari proses penyesuaian menuju fondasi ekonomi yang lebih kuat, meskipun jalur pergerakan USD/KRW akan tetap berfluktuasi di tengah perubahan kebijakan fiskal dan moneter. Cetro Trading Insight menekankan perlunya pendekatan holistik dalam menilai risiko terkait mata uang Korea.

Dalam konteks pasar saham, indeks KOSPI tercatat turun sekitar 2,7 persen, mendekati level sekitar 5.100 di akhir pekan. Faktor utama termasuk keluarnya ekuitas asing dan kekhawatiran mengenai valuasi AI yang memicu sentimen risk-off di segmen investor regional. Meski ekspor menunjukkan potensi pertumbuhan, daya tarik pasar saham Korea tetap berhadapan dengan aliran modal asing yang berkelanjutan.

Persoalan eksternal dan internal menuntut pendekatan yang hati-hati, dengan penekanan pada risiko siklus moneter global dan kebijakan BoK. Pergerakan USD/KRW diperkirakan turun secara bertahap hingga 2026, namun volatilitas yang lebih tinggi dapat menciptakan peluang maupun risiko bagi pelaku pasar. Investor disarankan memprioritaskan manajemen risiko, diversifikasi, dan fokus pada perusahaan dengan fundamental kuat.

Secara keseluruhan, publikasi ini menegaskan bahwa prospek jangka panjang Korea sangat bergantung pada kebijakan BoK, dinamika fiskal, serta perkembangan teknologi AI yang membentuk valuasi sektor-sektor utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, dengan tujuan memberikan kerangka kerja analitis bagi para pembaca dalam memahami tantangan dan peluang di pasar Korea.

broker terbaik indonesia