Pasar saham Asia menunjukkan kekuatan berkelanjutan, dengan indeks yang berbasis semikonduktor di Korea Selatan dan Taiwan memimpin kinerja. Analisis menunjukkan bahwa AI dipandang sebagai faktor pendorong bagi pemilihan saham unggulan di wilayah ini. Investor juga menilai peluang keuntungan seiring ekspansi kapasitas produksi dan optimisme terkait siklus teknologi yang lebih luas.
Momentum positif di sektor semikonduktor terlihat jelas di pasar Asia, meski volatilitas tetap ada di arena global. Sentimen ini didorong oleh ekspektasi bahwa Asia akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari dinamika kebijakan perdagangan dan inovasi teknologi. Selain itu, data ekspor Korea pada awal Februari memperkuat narasi pemulihan permintaan eksternal yang mendukung prospek regional.
Cetro Trading Insight menilai bahwa tren ini memberi pijakan penting bagi prospek Asia dalam beberapa bulan ke depan. Mereka menambahkan bahwa perkembangan di sektor AI dan keuntungan produsen chip berpotensi memperkuat arus modal menuju saham berkualitas tinggi. Namun, risiko makro global tetap perlu diperhatikan, termasuk perubahan kebijakan dan dinamika permintaan domestik maupun luar negeri.
Data ekspor Korea yang kuat pada awal Februari, ditambah langkah untuk menarik pendapatan FX kembali ke dalam negeri, menguatkan pandangan bahwa KRW bisa menguat terhadap dolar. Analisis ini menyoroti peluang USD/KRW turun menuju sekitar 1.425 menjelang akhir Maret, sejalan dengan neraca pembayaran yang lebih seimbang. Langkah repatriasi pendapatan FX menjadi faktor pendukung utama dari pergerakan tersebut.
Namun, panorama ekuitas global masih berada dalam kisaran sempit. S&P 500 telah bergerak dalam rentang 6.775 hingga 7.000 sejak awal tahun, mencerminkan ketidakpastian yang ada. Investor juga menantikan rilis laporan Nvidia nanti malam sebagai potensi katalis berikutnya untuk sentimen risiko, sembari mempertimbangkan risiko geopolitik dan perubahan dinamika harga komoditas.
Analisis dari Cetro Trading Insight menyoroti bagaimana arah dolar terhadap won memiliki implikasi penting bagi likuiditas regional dan profil risiko investor. Di sisi lain, keberlanjutan pemulihan ekspor Asia dan upaya repatriasi pendapatan FX dapat memperkuat arus modal ke wilayah ini. Mereka juga mencatat bahwa keputusan terkait tarif IEEPA menjadi bias bagi eksportir Asia, meskipun gambaran risiko global tetap menuntut kehati-hatian.