Alokasi 50% AUM Danantara ke Saham dan Obligasi: Strategi Likuiditas serta Perbaikan Kualitas Fundamental Pasar Nasional

Alokasi 50% AUM Danantara ke Saham dan Obligasi: Strategi Likuiditas serta Perbaikan Kualitas Fundamental Pasar Nasional

trading sekarang

Badan Pengelola Investasi Danantara mengumumkan langkah ambisius yang bisa mengubah lanskap pembiayaan nasional: separuh total dana kelolaannya akan ditempatkan ke pasar saham dan obligasi. Langkah ini tidak sekadar menambah likuiditas, melainkan meneguhkan peran pasar keuangan Indonesia sebagai penopang pembangunan. Sebagai bagian dari liputan kami di Cetro Trading Insight, kami menilai langkah ini sebagai tolok ukur reformasi yang bisa berdampak luas bagi investor dan negara.

Langkah ini dikenal sebagai bagian dari strategi strategic asset allocation, dengan pilihan antara public equity maupun obligasi yang bisa disesuaikan secara fleksibel. Tujuan utamanya adalah menjaga likuiditas sambil mendorong peluang imbal hasil bagi negara dan perekonomian. Kebijakan ini juga dirancang untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan likuiditas di tengah dinamika pasar global.

Pandu Sjahrir, CIO BPI Danantara, menegaskan bahwa rencana ini tidak berhenti pada deklarasi. Investasi saham akan dilakukan secara selektif pada emiten dengan fundamental kuat, arus kas sehat, valuasi menarik, dan likuiditas memadai. Penguatan tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi menjadi filter utama untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Dalam praktiknya, Danantara akan memilih emiten dengan fundamental bisnis kuat, arus kas sehat, valuasi menarik, dan likuiditas saham memadai. Analisis kualitas menjadi prioritas utama untuk menjaga progresifitas investasi. Kebijakan ini juga menempatkan likuiditas sebagai syarat agar AUM bisa dicairkan dengan mudah saat diperlukan.

Strategi ini menyesuaikan diri dengan preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global. Dinamika geopolitik serta volatilitas pasar mendorong investor menilai kinerja jangka panjang. Pembidikan dilakukan secara selektif, menghindari emiten dengan volatilitas tinggi tanpa dasar fundamental kuat.

BPI Danantara menegaskan bahwa pendekatan ini bersifat jangka menengah hingga panjang, berlandaskan analisis fundamental sebagai landasan utama. Selain itu, tata kelola perusahaan dan transparansi informasi menjadi kriteria penting. Upaya pendalaman pasar oleh OJK dan SRO dilihat sebagai langkah pendalaman yang konsisten.

Penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar serta menjaga kepercayaan publik. Langkah ini diharapkan menarik aliran modal lebih besar ke pasar ekuitas dan obligasi lokal, menciptakan likuiditas yang lebih sehat. Secara umum, peningkatan kepercayaan investor juga diharapkan mendorong biaya modal menjadi lebih efisien.

Kebijakan Danantara untuk berinvestasi di public equity secara konsisten mencerminkan pendekatan fundamental dengan fokus pada emiten berkualitas dan arus kas stabil. Investasi jangka menengah hingga panjang akan mendorong pertumbuhan perusahaan serta volatilitas harga saham yang lebih terkelola. Investor ritel maupun institusi akan mendapat sinyal kepercayaan seiring kedalaman pasar.

Secara keseluruhan, langkah ini diharapkan memberi manfaat bagi negara melalui peningkatan likuiditas, transparansi, dan kinerja berkelanjutan. Danantara menegaskan komitmen untuk menjaga ritme investasi yang sejalan dengan reformasi pasar. Dengan demikian, alokasi ini bisa memperkuat stabilitas finansial dan pertumbuhan ekosistem investasi nasional.

broker terbaik indonesia