Brent crude sempat mendekati USD 120 per barel sebelum akhirnya turun ke bawah USD 105. Pergerakan tersebut dipicu harapan bahwa konflik regional bisa mereda. Meski laju turun terjadi, dinamika geopolitik tetap rapuh dan dapat memicu volatilitas lebih lanjut.
Faktor utama yang mendukung harga adalah kendala pasokan. Inventori di laut terus menurun dan produksi terganggu oleh serangkaian aksi. Kondisi ini menjaga tekanan pada Brent meski ada retret sementara.
Data pasar minyak mentah di pelabuhan laut menunjukkan arus penurunan yang cepat. Jika sanksi terhadap minyak Iran bisa dilonggarkan atau diangkat, pasokan tambahan bisa memasuki pasar. Secara umum, saat ini pembuat kebijakan dan investor lebih cenderung menilai peluang kenaikan harga daripada retracement mendalam.
Menurut Derek Halpenny dari MUFG, pergerakan Brent didorong oleh harapan deeskalasi konflik. Namun ia meragukan daya tahan retracement ke bawah. Dinamika ini menunjukkan bahwa pasar masih bereaksi terhadap sentimen geopolitik yang berubah-ubah.
Halpenny menyoroti bahwa serangkaian faktor supply constraints, termasuk penurunan seaborne inventories, bisa menjaga pasar tetap tertekan. Dengan situasi geopolitik, sanksi Iran bisa diangkat atau dilonggarkan, memberi aliran minyak tambahan. Kondisi ini menambah ekspektasi harga yang lebih tinggi ketimbang penurunan mendalam.
Dia mengingatkan bahwa meskipun ada tanda retracement, tidak ada jaminan bahwa tren turun akan bertahan lama. Investitor perlu memperhatikan risiko geopolitik yang bisa memicu lonjakan harga lagi. Analisa ini disajikan oleh media kami Cetro Trading Insight.
Kondisi suplai yang ketat membuat retracement sulit bertahan. Pasar menakar level resistensi baru yang bisa muncul jika pasokan lebih lanjut terganggu. Investor juga harus menyadari volatilitas yang bisa meningkat sewaktu data inventori dirilis.
Kalau sanksi Iran melonggar, arus minyak akan meningkat dan bisa menopang harga pada level lebih tinggi. Hal ini akan menambah risiko bagi posisi long maupun short yang sudah ada. Bagi trader, aturan risk-reward minimal 1:1.5 perlu dipertimbangkan agar manajemen risiko tetap terjaga.
Bagi trader, penting untuk menjaga disiplin manajemen risiko dan menggunakan rilis data sebagai peluang masuk yang terukur. Tetap waspada terhadap pergeseran sentimen dan kebijakan, karena volatilitas bisa meningkat dengan cepat. Cetro Trading Insight menyarankan pembaca untuk selalu mengikuti pembaruan pasar secara berkala.