
USD/CAD diperdagangkan mendekati level 1.3655, turun sekitar 0.21% pada hari itu setelah sebelumnya bergerak datar. Pergerakan ini menunjukkan momentum yang relatif terbatas di tengah volatilitas pasar yang tetap tinggi. Para analis menyebutkan bahwa faktor fundamental masih menahan arah pasangan ini untuk sementara waktu.
Harga minyak mentah WTI turun sekitar 103 dolar per barel dan ini menekan CAD yang sensitif terhadap komoditas. Namun dukungan struktural untuk CAD tetap terpelihara karena Kanada adalah pengeksport minyak utama ke AS, sehingga perubahan di sektor energi tidak sepenuhnya membebaskan mata uang tersebut. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memberikan konteks yang membantu prospek energi meski arah pasangan belum jelas.
Bank of Canada mempertahankan suku bunga pada 2.25% dan mengadopsi pendekatan menunggu terhadap data. Gubernur Tiff Macklem menekankan bahwa tidak ada jalur kebijakan yang telah ditetapkan, sehingga kebijakan bisa bereaksi terhadap data yang datang. Inflasi diproyeksikan sedikit lebih tinggi pada 2026 dan tekanan upah tetap membatasi ruang untuk pelonggaran dalam waktu dekat.
Di sisi AS, dolar AS mengalami koreksi setelah dua hari kenaikan. The Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga 3.5%–3.75% dengan suara yang terbelah, menunjukkan adanya ketidaksepahaman internal mengenai jalur kebijakan. Powell menegaskan inflasi tetap tinggi, sebagian didorong oleh harga energi yang lebih tinggi, sehingga sikap kebijakan yang relatif hawkish tetap terjaga.
Perbedaan kebijakan antara Fed dan BoC menciptakan volatilitas lebih tinggi pada pasangan USD/CAD. BoC menegaskan tidak memiliki jalur tetap sedangkan Fed menjaga nada hawkish, menambah ketidakpastian pasar menjelang data ekonomi utama. Kondisi ini mendukung peluang pergerakan harga yang tidak konsisten dalam jangka pendek.
Dinamika ini berarti pergerakan USD bisa tetap berubah-ubah tergantung pada rilis data dan perkembangan geopolitik. Investor menimbang bagaimana biaya energi dan tekanan inflasi akan mempengaruhi jalur kebijakan kedua bank sentral dalam beberapa bulan ke depan. Akibatnya volatilitas di pasar mata uang tetap tinggi dan arah USD/CAD sulit diprediksi.
Untuk trader, dukungan dari harga minyak yang lebih rendah memberi CAD peluang stabil meski tetap dibayangi oleh kebijakan moneter. Penurunan minyak dapat mendukung mata uang komoditas seperti CAD, tetapi arah pasar juga bergantung pada pergerakan dolar AS dan risiko geopolitik. Secara umum, faktor fundamental energi berperan, sambil volatilitas terkait data ekonomi menambah risiko.
Level teknis di sekitar 1.3655 menjadi fokus perhatian untuk pergerakan jangka pendek. Meskipun tekanan turun terlihat terbatas, potensi pelonjakan turun bisa muncul jika dolar AS lanjut menguat atau jika data inflasi AS tidak sesuai ekspektasi. Trader perlu memperhatikan kejutan geopolitik dan rilis data makro berikutnya sebagai pendorong utama.
Karena tidak ada sinyal jelas untuk arah transaksi dari artikel ini, rekomendasi teknikal tidak diberikan. Rencana trading sebaiknya mengikuti prinsip risk-reward minimal 1:1.5 jika terjadi breakout yang jelas, disertai manajemen risiko yang ketat. Potensi peluang CAD bisa muncul jika konfirmasi teknikal mendukung pergerakan kuat, terutama yang terkait dengan pergerakan harga minyak dan perubahan kebijakan Fed-BoC.