
Pembuat kebijakan Jepang diduga kembali meluncurkan intervensi untuk membatasi lonjakan USD/JPY di atas level 160. Langkah ini mengulang pola yang terlihat pada 2024 ketika bank sentral dan otoritas pasar asing melakukan penjualan mata uang dalam jumlah besar menjelang libur May Day. Para analis menilai bahwa intervensi semacam itu kemungkinan akan berlanjut jika tekanan tetap muncul sepanjang minggu mendatang.
Pemicu utama ialah dinamika antara harga energi, preferensi untuk perlambatan kebijakan BoJ, dan pembelajaran dari langkah sebelumnya. Seperti pada 29 April dan 1 Mei 2024, tindakan intervensi diharapkan datang meski ada risiko terulangnya volatilitas tinggi di pasar valuta asing. Investor menimbang bahwa tindakan lebih lanjut bisa terjadi terutama ketika ada lebih banyak hari libur di Jepang dan di seluruh dunia.
Di sisi lain, dolar cenderung melemah secara luas sejalan dengan pergerakan saham yang relatif lebih kuat, didorong oleh penurunan harga minyak dan harapan bahwa kebijakan moneter AS tidak berjalan terlalu agresif. Analis menyoroti bahwa DXY tetap menguat terbatas, dengan ekspektasi bahwa tekanan pada USD/JPY bisa memperlihatkan pola pembalikan jika intervensi berlanjut. Hal ini menambah ruang bagi pasar untuk menilai arah jangka pendek sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Secara teknikal, DXY diperkirakan berada di kisaran 98.00 hingga 98.50, memberikan dukungan terhadap dolar AS meski beberapa mata uang utama menunjukkan pergerakan berbeda. Rentang ini menjadi fokus karena perubahan kebijakan BoJ dan dinamika ekonomi global bisa mengubah aliran modal secara signifikan.
Penurunan harga minyak mentah telah membantu menahan tekanan pada risiko, sambil menambah kompleksitas bagi pergerakan USD/JPY. Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa Tokyo kemungkinan terlibat dalam perdagangan minyak berjangka sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar energi, sehingga volatilitas di pasangan USDJPY bisa tetap tinggi selama minggu-minggu mendatang.
Di sisi kebijakan, pasar menilai BoJ akan menjaga sikap kehati-hatian dalam menilai pelonggaran kebijakan lanjutan, sementara Federal Reserve tampaknya tidak akan mengejutkan pasar dengan kenaikan agresif. Pelaku pasar menyiapkan diri untuk kemungkinan intervensi lebih lanjut jika volatilitas meningkat menjelang sesi perdagangan berikutnya. Diterbitkan oleh Cetro Trading Insight.