Pekan ini dimulai dengan potensi de-eskalasi konflik yang menguatkan mood risk-on di pasar, karena laporan Iran menyatakan kesiapan mengakhiri perang dengan syarat tertentu. Di saat yang sama, insiden penyerangan kapal berbendera Kuwait di perairan sekitar Dubai menambah ketidakpastian dan menahan optimisme damai yang dijanjikan.
Dolar AS kehilangan sebagian daya tariknya saat risiko meningkat, dengan indeks dolar (DXY) turun sekitar 0.5% dan menembus level 100,00 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret. Ketika sesi bergerak, indeks sempat mencapai high near 100.65 sebelum akhirnya melewati angka bulat 100.00 dan turun ke sekitar 99.90 sebagai dasar pergerakan korektif.
Dinamika teknikal menunjukkan bahwa tren naik utama masih terlihat layak, asalkan level-level kunci dapat dipertahankan. Harga bertugas bertahan di atas EMA 50-hari sekitar 98.90 dan di atas EMA 200-hari sekitar 99.15, yang mengindikasikan dukungan tren jangka menengah meski momentum jangka pendek sedang direduksi oleh koreksi teknikal.
Indeks kepercayaan konsumen The Conference Board dilaporkan 91.8 di Maret, sedikit lebih tinggi dari konsensus 87.8. Meski demikian, dampaknya terhadap sentimen pasar relatif terbatas karena fokus pelaku pada dinamika geopolitik dan data produksi yang lebih luas. Laporan ini tetap menjadi bagian penting dari gambaran ekonomi AS di pekan yang penuh rilis.
PMI Manufaktur Chicago melemah menjadi 52.8 dibandingkan ekspektasi 55.0, sementara JOLTS menunjukkan 6.88 juta lowongan kerja terkait tenaga kerja, sedikit di bawah perkiraan 6.92 juta. Meskipun terdapat tanda ekspansi di sektor riil, momentum pertumbuhan terlihat mengecil, menambah ketidakpastian arah dolar. Data berikutnya meliputi ISM Manufacturing PMI Februari dan rilis Retail Sales, dengan Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat diperkirakan sekitar 60 ribu pekerjaan.
Secara umum, respons dolar terhadap data ini cukup beragam. DXY melemah ke sekitar 99.94, dengan level support utama berada di 99.50 dan 99.20 untuk penyangga di bawahnya. Kondisi ini menjaga dinamika volatilitas, sambil menunggu konfirmasi dari rilis data berikutnya dan komentar kebijakan yang dapat memicu arah baru.
Dari perspektif harian, DXY diperdagangkan di sekitar 99.94 dengan bias jangka pendek mildly bullish karena harga bertahan di atas EMA 50-hari sekitar 98.90 dan tetap di atas EMA 200-hari sekitar 99.15. Kondisi ini menempatkan tren naik sejak kisaran 97.00-an pada posisi yang relatif aman, dengan potensi kelanjutan jika harga menembus resistance utama sekitar 100.50.
Di kerangka 5-menit, momentum cenderung melemah karena harga berada di bawah EMA 200-periode sekitar 100.30 dan menampilkan beberapa kegagalan rebound intraday. Stochastic RSI telah turun dari wilayah overbought menuju batas bawah, menandakan tekanan jual jangka pendek meski tren utama masih bisa berubah arah jika permintaan kembali mendukung level kunci.
Rencana perdagangan yang dianjurkan adalah entri beli dekat 99.94 dengan stop loss di 99.80 dan target profit di 100.60, memberikan rasio risiko-imbalan lebih dari 1:1.5. Jika harga berhasil menutup harian di atas 100.50, hal ini bisa memvalidasi kelanjutan tren ke level tertinggi baru; sebaliknya, kegagalan bertahan di atas 99.20 bisa membawa pasar ke fase konsolidasi yang lebih luas.