BUY
100.100
101.650
99.250
DXY adalah indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks ini sering dipakai sebagai tolok ukur likuiditas dan tekanan nilai tukar terhadap dolar. DXY bergantung pada pergerakan mata uang mitra dagang utama, terutama ketika volatilitas pasar meningkat.
Indeks ini dihitung oleh ICE Data Services menggunakan portofolio enam mata uang utama: euro, yen Jepang, pound sterling, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Komposisinya mengubah bagaimana tiap mata uang memberi kontribusi terhadap pergerakan DXY secara keseluruhan. Untuk trader, perubahan DXY sering menjadi sinyal bagi arah perdagangan dolar maupun aset terkait seperti emas dan minyak.
Pergerakan DXY dapat mengindikasikan perubahan sentiment global. Ketika dolar menguat, biasanya biaya pembiayaan global naik dan likuiditas dolar menambah tekanan pada pasar berisiko. Sebaliknya, kerap terjadi retracement ketika sentimen risk-on sedang meningkat.
Sentimen pasar memegang peran penting dalam arus modal menuju atau menjauh dari dolar. Pada saat risiko menurun, investor sering mencari aset berisiko menekan DXY turun. Sebaliknya, dalam suasana volatilitas tinggi, dolar cenderung terapresiasi sebagai saldo aman.
Bagi pembaca yang mencari analisa DXY hari ini, perhatikan keputusan kebijakan Federal Reserve dan data tenaga kerja terbaru. Keputusan atas suku bunga, langkah pengetatan neraca, dan pandangan terhadap inflasi akan memengaruhi ekspektasi pasar. Macam-macam indikator tersebut sering memicu geser arah DXY dalam perdagangan harian.
Harga imbal hasil US Treasury memegang peranan penting karena DXY berhubungan positif dengan yield jangka panjang. Ketika yield naik, dolar cenderung menguat karena durasi investasi yang lebih menarik. Faktor-faktor ini membuat dinamika DXY sangat berhubungan dengan pergerakan imbal hasil global.
Data ekonomi utama seperti CPI, NFP, dan pertumbuhan PDB menjadi pemicu utama pergerakan DXY. Rilis data yang mengejutkan bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan arus modal ke dolar. Trader biasanya mengubah posisi saat angka-angka tersebut dirilis.
Geopolitik, neraca perdagangan, dan aliran modal internasional juga menjadi pemicu signifikan. Ketegangan regional atau perubahan kebijakan dagang dapat memicu lonjakan dolar jika investor menilai dolar sebagai aset pelindung nilai. Pergerakan DXY bisa mengikuti pola risk-off meskipun faktor fundamentalnya beragam.
Likuiditas pasar, jam perdagangan global, dan dinamika pasar berjangka juga berperan. Pelaku institusional sering menyesuaikan posisi dolar pada saat likuiditas tinggi, seperti sesi perdagangan Amerika. Perubahan tersebut dapat mempercepat tren DXY atau menyebabkan pembalikan singkat.
Nilai DXY melemah akhir pekan ini, kembali turun di bawah level 100 menjadi sekitar 99.60 setelah kebijakan Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3.50%–3.75%. Pergerakan ini…
Read MoreEUR/USD bergerak dengan bias turun ringan karena rebound dolar AS menekan euro. Pasangan belum mampu menambah momentum setelah gagal bertahan di atas level 1.1600. Secara teknikal,…
Read MoreDisusun oleh Cetro Trading InsightFederal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga di 3.5–3.75 persen, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini memperlihatkan kemantapan kebij…
Read MoreMenurut laporan Wall Street Journal, Pentagon berencana mengerahkan sekitar 2.200 hingga 2.500 marinir dari kelompok siap temput amfibi USS Boxer serta Unit Ekspedisi Marinir Ke-11…
Read MoreChristopher Waller, anggota Federal Reserve, menyatakan bahwa berdasar laporan pekerjaan yang ada, ia sempat berencana menyatakan dissent pada keputusan kebijakan moneter. Namun, i…
Read MoreKomentar politik terakhir sempat menenangkan sentimen risiko, namun ketakutan pasar tetap hidup. Dolar pun bergerak lebih kuat seiring meningkatnya risiko global. Harga minyak dan…
Read MoreDerek Halpenny dari MUFG menilai bahwa komunikasi ECB dan pencapaian target stabilitas harga memberi bank sentral zona euro posisi lebih kuat dibandingkan Bank of England. Kendati…
Read MoreDolar AS menunjukkan pelemahan secara luas setelah kejutan hawkish dari European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) yang menyalip komentar terbaru dari Ketua Federal Rese…
Read MoreAnalisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk menjelaskan dinamika terbaru di pasar mata uang dan komoditas. Menurut MUFG melalui Derek Halpenny, retracement pada harga Bre…
Read MoreUSDJPY berhasil melompat mendekati 158.33 setelah dolar AS kembali menunjukkan kekuatannya pasca reli yang tajam pada perdagangan kemarin. Bank of Japan (BoJ) tetap menjaga sikap h…
Read More