Analisis Pasar Global: Minyak Turun, Dolar Terseret, dan Arah Emas serta Mata Uang Utama

Analisis Pasar Global: Minyak Turun, Dolar Terseret, dan Arah Emas serta Mata Uang Utama

trading sekarang

Penurunan tajam harga minyak mentah telah meningkatkan mood pasar pada paruh kedua hari Senin, membantu aset berisiko bertahan lebih kuat. Kondisi ini juga membuat dolar AS sulit mempertahankan kekuatannya di tengah koreksi risiko global. Secara keseluruhan, pergerakan minyak menjadi faktor utama yang membentuk suasana risiko di pasar global.

Di awal sesi Eropa pada Selasa, USD Index berada di bawah level 99.00 dan cenderung melemah. Penurunan tersebut mencerminkan pergeseran permintaan terhadap aset berisiko dan memberi peluang bagi mata uang lain untuk menguat. Sinyal teknikal dan dinamika geopolitik turut menambah volatilitas, meski arah umum pasar cenderung risiko-on.

Menurut laporan media, para Menteri Energi G7 rencananya mengadakan pertemuan virtual untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak guna mengatasi gangguan pasokan akibat konflik regional. Langkah tersebut bisa menambah volatilitas jangka pendek, namun jika diterapkan bisa membantu menstabilkan ketersediaan minyak secara global. Pasar menilai bahwa keputusan semacam itu akan mempengaruhi harga minyak dalam beberapa hari ke depan, menurut Cetro Trading Insight.

Emas XAU/USD menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah gelombang turun sebelumnya, menandakan peningkatan minat terhadap logam mulia. Pada pagi sesi Eropa Selasa, harga emas mencoba bangkit dan berada di jalur menuju level sekitar 5.200 dolar per troy ounce. Momentum teknikal terbaru memperkuat peluang penguatan lebih lanjut jika ketidakpastian geopolitik masih tinggi.

Setelah reli kuat pada hari sebelumnya, AUD/USD terus melajukan kenaikan dan diperdagangkan di atas 0,7100. Penguatan pasangan mata uang komoditas ini mencerminkan optimisme terhadap perbaikan sentimen risiko dan perbedaan kebijakan antara bank sentral. Aktivitas pasar juga menunjukkan aliran modal ke mata uang berisiko seiring prospek pertumbuhan global yang tetap menarik.

GBP/USD mendapat manfaat dari suasana risiko yang membaik, mencapai tertinggi 10 hari di atas 1,3470, sementara USD/JPY tetap berada di bawah tekanan bearish, diperdagangkan di bawah 157,50 setelah pelemahan kecil di sesi sebelumnya. Pergerakan pasangan utama ini menggambarkan dinamika perebutan dana antara dolar AS dan mata uang mitra, yang dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter dan profil risiko global.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi fokus utama pasar. Pada akhir hari Senin, komentar dari Presiden AS yang menyiratkan kemungkinan operasi terhadap Iran bisa berakhir segera kontras dengan respons IRGC yang menegaskan bahwa Tehran akan menentukan kapan perang berakhir. Ketidakpastian seperti ini dapat menjaga volatilitas minyak serta pergerakan mata uang terkait dalam beberapa sesi ke depan.

Data ekonomi Tiongkok yang dirilis menunjukkan ekspor melonjak 21,8% secara tahunan pada Februari, diikuti peningkatan impor sebesar 19,8%. Angka-angka tersebut menambah dorongan pada sentimen risiko dan memperkuat gambar pertumbuhan global yang lebih cerah. Para pelaku pasar menilai rekomendasi kebijakan perdagangan dari negara Asia itu sebagai penopang permintaan komoditas dan aset berisiko.

Selain itu, pernyataan dari Deputy Governor RBA Andrew Hauser menyoroti bahwa volatilitas harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah merupakan tantangan nyata bagi kebijakan bank sentral. Respons kebijakan akan bergantung pada ukuran serta persistensi guncangan harga, sehingga pasar menantikan konfirmasi lebih lanjut mengenai langkah-langkah penyesuaian kebijakan di masa mendatang.

broker terbaik indonesia