USD Menguat Didukung Inflasi dan Imbal Hasil; CAD Didongkrak Harga Minyak

USD Menguat Didukung Inflasi dan Imbal Hasil; CAD Didongkrak Harga Minyak

trading sekarang

Data inflasi produksi AS menunjukkan tekanan pada harga barang. PPI April tumbuh 6% secara tahunan, tertinggi dalam empat tahun, dan melampaui ekspektasi pasar. Sementara inti PPI naik 5.2% YoY, lonjakan ini menguatkan argumen bahwa laju inflasi tetap menjadi fokus kebijakan moneter.

Pasar obligasi AS merespons dengan lonjakan imbal hasil; imbal hasil 10-tahun berada di sekitar 4.49%. Hal ini mendorong penguatan dolar AS terhadap keranjang mata uang utama, tercermin dari DXY yang naik menuju 98.50. Dengan demikian, ekspektasi pemotongan suku bunga Fed cenderung tertahan untuk jangka menengah.

Di samping itu, CAD tetap mendapat dukungan dari harga minyak yang tinggi. WTI mendekati 98 dolar per barel karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Iran yang membatasi risiko pasokan global. Pasar juga menunggu rincian rapat Bank of Canada untuk menilai kemungkinan perubahan sikap kebijakan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Iran mendukung harga minyak di level tinggi, menjaga inflasi global tetap tinggi. Hal ini membuat bank sentral besar mempertahankan kebijakan yang ketat lebih lama dari rencana awal. Kondisi tersebut menambah volatilitas pada pasar keuangan dan menekan ekspektasi pelonggaran.

Mata uang CAD menerima dukungan dari minyak, namun pergeseran relatif imbal hasil AS yang lebih tinggi menambah tekanan pada pasangan mata uang. Pasar obligasi AS, terutama hasil 10 tahun, naik menuju sekitar 4.4–4.5%, mendorong dolar AS menguat terhadap CAD. Investor juga menilai apakah BoC akan menunda atau menambah sikap hawkish.

Para analis dari TD Securities dan Scotiabank menawarkan pandangan berbeda mengenai CAD, dengan TD menilai risiko geopolitik akan mempengaruhi volatilitas jangka pendek. Scotiabank menyatakan CAD cenderung undervalued terhadap fair value yang mereka perkirakan di sekitar 1.3510 terhadap USD. Sinyal pasar menunjukkan spread suku bunga jangka pendek antara Kanada dan AS masih mengarahkan dolar AS ke arah yang lebih kuat dalam waktu dekat.

Dinamika Harga Minyak dan Implikasi bagi CAD serta Kebijakan Bank Sentral

Harga minyak yang lebih tinggi menahan pelemahan CAD, karena minyak adalah ekspor utama Kanada. WTI berada mendekati 98 dolar per barel, menjaga pendapatan perdagangan dan menahan pelonjakan USD/CAD.

Pertemuan menit rapat Bank of Canada sangat dinantikan, karena memberi petunjuk mengenai arah kebijakan dan potensi perubahan sikap terhadap suku bunga. Sementara itu, sendi-sendi pasar juga mengamati dinamika kebijakan moneter AS dan tekanan inflasi yang dapat mempengaruhi pergerakan pasangan USD/CAD.

Terakhir, laporan dari Scotiabank menunjukkan CAD masih undervalued relatif terhadap nilai wajar, meskipun faktor eksternal seperti peningkatan spread suku bunga antara AS dan Kanada mendukung dolar terhadap CAD. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memastikan pembaca memperoleh analisa tepercaya.

banner footer