Dalam analisis terbaru, Steve Englander dan Dan Pan dari Standard Chartered menantang gagasan bahwa sinyal Nonfarm Payroll NFP mencerminkan kekuatan pasar kerja secara murni. Mereka berargumen bahwa sinyal tersebut bisa overstate realitas jika komponen pemodelan tidak dipertimbangkan. Mereka menyebut bahwa sekitar 35 ribu pekerjaan NFP per bulan diperlukan untuk menjaga tingkat pengangguran tetap stabil. Namun, mereka menekankan bahwa pertumbuhan pekerjaan sesungguhnya bisa mendekati nol jika kita memperhitungkan kelahiran dan kematian perusahaan secara lebih realistis.
Menurut mereka, bagian dari NFP yang dipublikasikan terdiri dari laba pekerjaan dari perusahaan yang beroperasi secara berulang menurut sampel bulanan BLS dan penyesuaian Birth-Death BD yang bersumber dari model yang mereka nilai masih dipertanyakan. BD dilaporkan cukup stabil dan tinggi pada sekitar 75 ribu pada basis musiman. Dengan mengecualikan BD, pertumbuhan NFP swasta di kalangan perusahaan yang beroperasi tampak negatif sekitar 35 ribu, sebuah dinamika yang tidak lazim untuk periode pertumbuhan normal.
Dalam konteks ini, data BED menjadi fokus mereka karena membedakan antara pekerjaan yang diciptakan oleh perusahaan baru, pekerjaan yang hilang karena penutupan perusahaan, dan pekerjaan yang berlanjut. Mereka berpendapat bahwa BED adalah satu-satunya rangkaian data yang dirancang untuk membedakan dinamika tersebut secara eksplisit. Mereka merekomendasikan agar BLS secara terpisah merilis estimasi pekerjaan oleh perusahaan yang terus beroperasi dalam sampel yang ada, karena itulah satu-satunya ukuran berbasis sampel dalam payroll survey.
Analisis BED menunjukkan bahwa pekerjaan yang diciptakan oleh perusahaan baru dikurangi pekerjaan yang hilang karena penutupan perusahaan mungkin sekitar 35 ribu per bulan. Angka ini dianggap lebih mencerminkan laju pertumbuhan pekerjaan yang sesungguhnya dibanding pengaruh BD yang terlalu tinggi.
Peneliti menilai BD sekitar 75k cenderung terlalu optimis; dengan membuang BD, pertumbuhan pekerjaan swasta yang sehat bisa terlihat lebih lemah atau bahkan negatif. Hal ini selaras dengan gambaran bahwa laju pembentukan firma baru tidak cukup untuk menambah tenaga kerja secara signifikan jika banyak perusahaan yang tutup.
Kesimpulan utama mereka adalah BED menyoroti dinamika pekerjaannya secara terpisah dari efek penyesuaian model; karena itu merekomendasikan agar publikasi pemerintah memperluas cara mengukur pekerjaan agar bisa menginformasikan kebijakan dan praktik pasar secara lebih akurat.
Implikasi kebijakan dan pasar dari temuan ini cukup besar. Jika pertumbuhan kerja inti memang lemah, maka respons kebijakan moneter dan fiskal bisa perlu penyesuaian terhadap ekspektasi pasar tenaga kerja. Analisis ini menekankan pentingnya memahami perbedaan antara angka NFP yang dirilis dan dinamika pekerjaan mendasar.
Untuk pelaku pasar, temuan ini tidak menghasilkan sinyal trading langsung karena artikel ini bersifat analisis makro dan bukan rekomendasi instrumen spesifik. Karena itu sinyal perdagangan untuk pasangan mata uang atau aset spesifik dinyatakan tidak ada.
Sebagai penutup, studi ini menekankan bahwa interpretasi data NFP memerlukan konteks metodologi yang lebih kaya. Peneliti mendorong BLS untuk memisahkan dampak continuing firms dan publikasi mengenai continuing operations agar pelaku pasar bisa menilai tren yang lebih jelas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.