PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Indogas Kriya Dwiguna, mitra Kangean Energy Indonesia Ltd yang terafiliasi dengan Bakrie Group. Langkah ini berpotensi menata ulang lanskap energi nasional melalui sinergi baru di bawah payung Bakrie. Dengan fokus pada gas bumi dan LNG, kemitraan ini diharapkan memperkuat rantai pasok dan portofolio energi Astrindo di masa depan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman MoU dilakukan pada 24 Februari 2026 dan mencerminkan komitmen untuk menyalurkan gas bumi dari Indogas kepada entitas tak langsung Astrindo, PT Para Amartha LNG. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung pengembangan fasilitas Mini LNG Plant yang dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok gas. Cetro Trading Insight menilai langkah ini memiliki potensi untuk meningkatkan sinergi operasional meski dampak keuangan langsung belum terlihat.
Corporate Secretary Astrindo, Kurniawati Budiman, menjelaskan bahwa MoU ini bersifat kerangka kerja yang berlaku selama satu tahun sejak penandatanganannya. Meski begitu, kemitraan ini diproyeksikan dapat mendorong portofolio energi Astrindo ke depan, terutama dalam pengembangan bisnis LNG. Secara umum, analisis kami di Cetro Trading Insight menyoroti bahwa prospek LNG bisa lebih menarik jika proyek ini terealisasi secara operasional.
Penyaluran gas bumi dari Indogas kepada Para Amartha LNG menjadi inti dari MoU ini. Mekanisme penyaluran dan detail teknis masih menunggu perincian lebih lanjut, namun fokusnya adalah memperlancar aliran gas ke fasilitas LNG Mini yang direncanakan.
MoU ini diberlakukan selama satu tahun dari tanggal penandatanganan, memberi ruang evaluasi dan potensi perpanjangan jika implementasinya sukses. Dalam periode tersebut, pihak-pihak terkait dapat menilai dampak operasional dan kelayakan komersial proyek LNG mini.
Kurniawati Budiman menegaskan bahwa hingga saat ini MoU tidak langsung mengubah kondisi keuangan Astrindo, namun potensi manfaat operasional dan ekspansi portofolio energi sangat relevan bagi prospek jangka menengah. Cetro Trading Insight mencatat bahwa peningkatan efisiensi rantai pasok LNG dan integrasi dengan inisiatif Bakrie Group berpotensi mendongkrak hasil operasional jika realisasi berjalan sesuai rencana.
Pada sisi kepemilikan, Bakrie Capital Indonesia kini memegang 3,82 miliar saham BIPI, setara 6 persen dari total modal ditempatkan. Nilai transaksi mencapai Rp948 miliar dengan harga pembelian Rp248 per saham pada 24 Februari 2026.
Harga saham BIPI terkoreksi tipis sekitar 1,9 persen di level Rp312 pada sesi siang hari, meskipun sejak awal 2026 saham telah melonjak sekitar 260 persen. Lonjakan tersebut menandai respons pasar terhadap dinamika kepemilikan Bakrie dan potensi manfaat kolaborasi energi.
Secara kapitalisasi pasar, BIPI mencapai sekitar Rp19,9 triliun pada saat berita ini disampaikan. Penguatan posisi Bakrie Group sebagai pemegang saham signifikan dinilai dapat memberikan stabilitas serta peluang pengembangan proyek LNG ke depan. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika kepemilikan ini bisa menjadi penggerak valuasi jangka menengah bila proyek LNG berjalan sesuai rencana.