
USD/JPY tetap berada pada jalur yang lebih stabil setelah otoritas Jepang menjalankan intervensi untuk memperkuat yen. Pasangan itu sempat menyentuh rendah harian di sekitar 155.48 sebelum akhirnya menguat dan bergerak di kisaran 156.6 pada sesi terbaru. Intervensi berurutan tersebut menandai upaya nyata untuk membatasi pelemahan yen yang sempat menembus level 160.00, meskipun arah jangka pendek masih belum jelas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Nilai dolar terhadap yen menunjukkan reaksi langsung terhadap langkah kebijakan, dengan pasar memperhatikan besaran likuiditas yang dikeluarkan oleh BoJ. Bank sentral dilaporkan menggelontorkan sekitar 35 miliar dolar AS pada intervensi terakhir, sedikit di bawah angka 36.8 miliar dolar pada Juli 2024. Efeknya terlihat pada pergeseran tone sentimen pasar yang lebih positif dibandingkan sebelumnya.
Di saat bersamaan, fokus pasar tertuju pada dinamika geopolitik serta data ekonomi utama. Iran mengajukan proposal kepada Washington melalui jalur Pakistan, sebuah perkembangan yang memberi nuansa risiko yang lebih luas. Sementara itu, laporan ekonomi AS menunjukkan ISM Manufacturing PMI April berada pada 52.7, menandakan aktivitas manufaktur tetap solid meskipun momentum mulai menunjukkan tekanan. Beberapa pembuat kebijakan di FOMC juga menyoroti perbedaan pendapat terkait arah kebijakan masa mendatang.
Dalam grafik harian, USD/JPY diperdagangkan sekitar 156.7 dengan nada bearish jangka pendek meski tetap berada di bawah cluster moving average sekitar 158.59. Rintangan utama terlihat di area 158.59, diikuti garis tren menurun dari 159.23 dan level psikologis 160.00. Sinyal harga juga menunjukkan bahwa momentum mulai melemah, sehingga potensi pembalikan atau konsolidasi bisa terjadi dalam beberapa sesi mendatang.
Indikator momentum seperti RSI 14 berada di sekitar 37, menggambarkan melemahnya momentum tanpa kondisi oversold. Meskipun demikian, tidak ada konfirmasi pembalikan tajam saat ini karena tekanan jual tidak cukup kuat untuk menekan harga ke bawah level support klaster tren naik jangka panjang yang berdekatan di sekitar 155.21.
Secara struktural, area resistance utama berada di 158.59, diikuti penghalang tren turun 159.23 dan zona 160.00 secara psikologis. Di sisi bawah, support pertama berada di 155.21, sementara penembusan lebih dalam bisa membawa target ke sekitar 153.39 jika tekanan jual berlanjut. Pembaca pasar disarankan untuk menilai dinamika sebelum mengambil posisi besar.
Kalender ekonomi AS pekan depan dipenuhi data penting seperti Factory Orders, pidato pejabat Federal Reserve, ISM Services PMI, dan Nonfarm Payrolls. Katalis ini diharapkan memberi petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS serta bagaimana data pekerjaan akan memengaruhi ekspektasi suku bunga. Sementara itu, fokus investor terhadap risiko geopolitik tetap ada, meskipun pola pergerakan USD/JPY cenderung berhati-hati tahun ini.
Jepang tidak memiliki agenda ekonomi utama pekan depan, sehingga pasar lebih banyak memantau perkembangan kebijakan AS serta dinamika global. Ketidakpastian ini membuat volatilitas pada pasangan ini bisa meningkat saat rilis data utama mendekat. Para pelaku pasar disarankan untuk menjaga manajemen risiko yang ketat dan menghindari over-leverage dalam periode volatilitas yang meningkat.
Secara potensi, jika data AS datang lebih kuat dari perkiraan, dolar bisa mempertahankan dukungan teknis meskipun berita geopolitik memberikan arah campuran. Namun, jika data mengecewakan atau ada perubahan kebijakan, USD/JPY bisa melemah atau menguji level support utama. Rencana trading sebaiknya fokus pada konfirmasi sinyal teknis yang jelas dan memperhatikan rasio risiko-imbalan minimal 1 banding 1.5.