Geoff Yu dari BNY Mellon menyoroti bahwa AUD dan NOK menjadi mata uang G10 yang dianggap unggulan karena keterkaitannya dengan energi dan sifatnya yang berisiko tinggi. Ia menilai bahwa kebijakan bank sentral yang cenderung hawkish memperkuat narasi tersebut. Kondisi ini membuat pasar percaya bahwa pasangan AUDNOK dapat menunjukkan pergerakan lebih responsif terhadap perubahan harga energi.
Namun Yu juga memperingatkan bahwa transaksi valas Norges Bank historisnya cenderung menjurus pada penjualan NOK ketika harga energi mendorong surplus fiskal. Hal ini membatasi potensi kenaikan NOK lebih lanjut meski ada dukungan dari harga energi. Oleh karena itu, posisi NOK sebaiknya tidak didasarkan semata-mata pada aliran pendapatan energinya.
Analisis menunjukkan bahwa tenaga dorong dari energi bisa tergerus jika arus keluar ke aset aman meningkat. iFlow menunjukkan pergeseran ke dolar, franc Swiss, obligasi AS dan Bunds, sambil ada eksposur terhadap aset yang bisa memanfaatkan shock terms of trade terkait energi. Dalam konteks ini AUD dan NOK tetap menonjol sebagai dua mata uang utama yang dipantau pelaku pasar.
Pelaku pasar melihat bahwa pelindung nilai tradisional kembali menarik minat, dengan fokus pada dolar, franc Swiss, obligasi AS dan Bund. Ini mencerminkan kehati-hatian terhadap faktor eksternal sambil menjaga opsi pada aset yang mendapat manfaat dari kejutan energi. iFlow menyoroti bahwa aliran modal menyesuaikan diri dengan perubahan keseimbangan energi dan perdagangan.
Di pasar G10 AUD dan NOK dianggap sebagai kandidat utama yang bisa memperoleh manfaat jangka pendek dari pergeseran tersebut. Faktor ini muncul karena kedua negara adalah produsen gas alam besar dengan kebijakan moneter yang cenderung hawkish, sesuai dengan perbaikan terms of trade.
Proyeksi Norges Bank akan menyoroti dinamika eksternal seperti harga energi sambil menegaskan bahwa inflasi domestik tetap menjadi penggerak kebijakan utama. Sinyal ini sejalan dengan posisi RBA yang menekankan fokus pada inflasi domestik ketika menilai risiko eksternal.
Secara near term, kedua mata uang ini bisa menunjukkan gema positif meski potensi lebih lanjut tergantung pada pergerakan energi dan respons kebijakan. Pelaku pasar perlu menimbang bahwa arah jangka pendek bisa berubah jika faktor eksternal berubah secara tajam. Diversifikasi dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dari strategi trading.
Arus transaksi Norges Bank yang saat ini memberikan sedikit dukungan bagi NOK bisa berbalik jika reli energi berlanjut, sehingga tren jangka pendek tidak bisa diandalkan sebagai sinyal panjang. Kondisi fiskal non minyak juga memiliki peran penting karena defisit yang lebih besar dapat memicu penjualan NOK untuk pembelian valuta asing bagi dana pensiun global. Data historis pada 2022–2023 menunjukkan ekspansi transaksi harian hingga sekitar 4 miliar dolar yang menjadi hambatan bagi apresiasi NOK lebih lanjut.
Pelaku pasar disarankan memantau kehati-hatian terhadap dinamika terms of trade, defisit non-energi, dan arus dana ke dana pensiun nasional. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan bertujuan memberi gambaran umum bagi pembaca tanpa merekomendasikan instrumen tertentu. Sejalan dengan kebijakan kami, semua keputusan trading tetap di tangan pembaca.