AUD/JPY diperdagangkan mendekati 106,46 setelah yen mengalami tekanan akibat berita politik Jepang dan peringatan terhadap pemilihan mendadak. Level ini menandai kelanjutan dinamika perbandingan antara dua mata uang utama, dengan fokus pada aliran modal dan sentimen risiko global. Para trader mempertimbangkan bagaimana respons pasar terhadap langkah politik bisa mempengaruhi arah pasangan ini.
EMA 10-minggu berada di sekitar 103,85 dan harga bertahan di atasnya, menunjukkan tren kenaikan yang lebih terjaga. Kondisi teknikal ini memberikan dukungan bagi langkah kenaikan dalam beberapa sesi ke depan, sambil menimbang risiko koreksi jika momentum menurun. Indikator RSI 14-minggu berada di 79,39, menandakan kondisi jenuh beli yang berarti kenaikan bisa diikuti oleh konsolidasi.
Penutupan harga di atas dukungan dinamis tersebut membantu menahan pullback ke level yang lebih rendah, menjaga peluang untuk lanjut menguji resistance terdekat. Namun, adanya sinyal overbought memperbesar kemungkinan terjadi konsolidasi atau koreksi ringan jika tidak ada konfirmasi dari pembentukan pola lanjutan. Trader disarankan memantau pergerakan di sekitar EMA 10-minggu untuk sinyal lanjut.
Di sisi politik, Kyodo melaporkan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi diperkirakan membubarkan majelis rendah pada awal sesi reguler yang dijadwalkan dimulai 23 Januari, meningkatkan peluang pemilihan mendadak. Langkah ini dapat memperluas ombak stimulus fiskal dan memicu volatilitas di pasar saham Jepang sekaligus menekan Yen jika pemilu menambah ekspansi fiskal yang agresif.
Jajak pendapat menunjukkan peluang kemenangan elektoral yang besar bagi pemerintah, yang mendongkrak harapan stimulus fiskal lebih luas. Sementara itu, ekspektasi bahwa pembelanjaan besar bisa menggagalkan jalur pengetatan moneter BoJ menambah dinamika risiko pada pasangan AUD/JPY. Para investor menimbang dampak kebijakan terhadap aliran modal ke pasar Asia.
Sementara itu, data Neraca Perdagangan China untuk Desember menjadi fokus berikutnya bagi trader, karena kinerja ekspor-impor negara tersebut berpengaruh pada permintaan komoditas dan arus modal secara global. Ketidakpastian terkait permintaan dari China bisa menambah volatilitas pada AUD sebagai proxy risiko komoditas. Kondisi ini menuntut kehati-hatian, tetapi juga peluang jika data menunjukkan stabilitas ekonomi China.
Analisis teknikal menunjukkan bias bullish selama pasangan tetap menghormati EMA 10-minggu yang sedang meningkat. Sinyal overbought pada RSI menandakan potensi konsolidasi, namun skenario naik masih relevif jika harga mampu mempertahankan jarak di atas EMA. Trader perlu memantau tekanan jual yang bisa muncul jika harga menembus level dukungan dinamis.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah mengambil posisi long jika harga tetap di atas 106,46 dengan target sekitar 108,80 dan stop loss dekat 104,90. Rasio risiko-hadiah diperkirakan mencapai 1:1,5 atau lebih, asalkan volatilitas tetap terkendali dan tidak ada kejutan fundamental. Strategi ini mengandalkan kelanjutan tren kenaikan yang didukung oleh EMA 10-minggu.
Namun, investor perlu menyadari risiko utama yaitu kejutan politik Jepang atau data ekonomi China yang bisa membalik arah. Oleh karena itu, manajemen risiko tetap menjadi kunci, dengan penyesuaian target dan stop loss bila skenario pasar berubah. Secara keseluruhan, outlook untuk AUD/JPY tetap konstruktif asalkan pasar menghormati tren teknikal saat ini.