
RBA Minutes menunjukkan semua anggota dewan sepakat mempertahankan suku bunga utama pada 4,35%. Dalam pernyataan resmi, dewan menegaskan opsi untuk pengetatan lebih lanjut tetap terbuka jika inflasi belum kembali ke jalur target. Nada kebijakan yang cenderung hawkish ini mencerminkan komitmen otoritas moneter untuk menjaga kestabilan harga sambil memastikan lapangan kerja penuh.
Inflasi tetap berada di atas target secara material, sehingga kebijakan perlu tetap restriktif. Dewan menekankan bahwa mereka akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan pekerjaan penuh, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga lagi apabila diperlukan. Fokus utama adalah menyeimbangkan pertumbuhan sambil menahan laju inflasi agar kembali ke jalur yang diinginkan.
AUD telah melemah sedikit sejak pertemuan sebelumnya akibat perbedaan imbal hasil dengan AS dan harga komoditas yang lebih rendah. Meski demikian, sinyal dari China yang lebih kuat memberi dukungan terhadap permintaan komoditas dan sentimen risiko secara umum. Di antara dinamika ini, pasar menilai arah kebijakan AS dan kesiapan kebijakan Federal Reserve sebagai faktor utama penggerak jangka pendek bagi pasangan ini.
Data kepercayaan konsumen AS untuk Juni naik menjadi 91,2 dari 90,6 bulan sebelumnya, menunjukkan perbaikan sentimen rumah tangga meski optimisme tetap terbatas. Perbaikan ini terjadi di tengah ekspektasi bahwa harga minyak yang lebih rendah dapat meredam tekanan inflasi dan memberi ruang bagi kebijakan moneter tetap sejalan dengan tujuan pertumbuhan.
Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, China sebagai mitra dagang utama Australia turut memengaruhi AUD. PMI manufaktur NBS naik menjadi 50,3 di Juni dari 50,0, menandai ekspansi, sementara PMI Non-Manufacturing naik menjadi 50,2. Peningkatan aktivitas di sektor manufaktur dan jasa di China meningkatkan prospek permintaan komoditas dan memperkaya sentimen risiko global.
Perkembangan di pasar energi turut mempengaruhi persepsi inflasi dan kebijakan. Penurunan harga minyak membantu meredam tekanan inflasi, memberi sedikit ruang bagi pelaku pasar untuk menilai apakah ekonomi AS masih cukup kuat untuk mempertahankan kehati-hatian kebijakan kebijakan Federal Reserve. Secara keseluruhan, investor tetap memantau arah pelemahan/pertumbuhan global sebagai penentu volatilitas jangka pendek.
Secara teknikal, AUD/USD diperdagangkan sekitar 0,6915 dalam kerangka waktu 4 jam. Pasangan ini berada di atas rata-rata pergerakan sederhana 20 periode di 0,6895, menunjukkan nada konstruktif meski dipantau oleh resistensi di 0,6989 yang ditempuh sebagai batas atas jangka pendek. Dukungan teknikal terlihat di sekitar 0,6904 dan 0,6895, yang berfungsi sebagai lantai sementara saat pasar menimbang arah berikutnya.
Momentum terlihat sedikit membaik dengan RSI di sekitar 54, memberikan indikasi bahwa langkah pembeli masih relevan dalam jangka pendek. Namun, konfirmasi arah berikutnya tetap bergantung pada bagaimana harga menembus level resistensi utama di sekitar 0,6930. Jika mampu menembus itu, peluang menuju 0,6989 dapat menjadi relevan dalam beberapa sesi perdagangan selanjutnya.
Level kunci yang perlu diperhatikan meliputi resistensi di 0,6930 dan 0,6989, sementara dukungan terdekat berada di 0,6904 dan 0,6895, dengan lantai tambahan di sekitar 0,6890 dan 0,6868. Break di atas 0,6930 bisa membuka peluang menuju 0,6989, sedangkan pelemahan berlanjut di bawah 0,6890 dapat menambah tekanan pada reli jangka pendek. Secara keseluruhan, peluang risiko-untungan cenderung positif jika sinyal teknikal terpenuhi dan konfirmasi breakout terwujud.