
Menurut Cetro Trading Insight, kebijakan moneter China tetap stabil. PBOC mempertahankan suku bunga utama tenor 1 tahun di 3.00% dan 5 tahun di 3.50%, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas pembiayaan sambil menunggu laju pemulihan.
Di pasar global, imbal hasil Treasury AS naik, mendukung dolar. Meskipun ada peningkatan imbal hasil, proyeksi inflasi yang lebih lemah membatasi ekspektasi kenaikan Fed secara agresif, sehingga langkah dolar tidak terlalu agresif meski ada dorongan imbal hasil.
Kebijakan tersebut menambah fokus pada pemulihan ekonomi China yang tidak seragam dan menambah ketidakpastian. Investor menantikan data ADP AS untuk melihat momentum tenaga kerja dan arah dolar secara lebih jelas.
AUDUSD diperdagangkan sekitar 0.7002 pada kerangka 4 jam, dengan bias bullish ringan karena harga tetap di atas 20-SMA 0.6995 dan 100-SMA 0.6939.
Area resistance terlihat di sekitar 0.7010 dan 0.7015; jika ditembus, peluang penguatan lebih lanjut bisa terbuka menuju area 0.7030–0.7050 tergantung volatilitas pasar.
Dukungan terdekat berada di 0.6998 dan 0.6996, dan tetap di atas 20-SMA menjaga peluang pembelian jangka pendek. RSI berada sekitar 59, menandakan momentum positif namun tidak berlebih sehingga retracement singkat dapat menarik pembeli kembali.
Investors menanti rilis ADP Employment Change empat minggu rata-rata AS, dengan angka sebelumnya sekitar 19.75K pekerjaan per minggu hingga pekan terakhir Juni, menambah konteks bagi arah tenaga kerja AS.
Hasil ADP yang lebih lemah bisa memperlambat momentum tenaga kerja dan menambah tekanan pada USD, sementara angka kuat bisa meningkatkan imbal hasil AS dan menambah tekanan pada AUDUSD.
Di tengah risiko geopolitik yang tinggi, permintaan terhadap aset safe-haven bisa meningkat dan membatasi kenaikan aset berisiko seperti AUD. Pasar juga akan memantau bagaimana keluaran data ADP memandu kebijakan Fed ke depan.