
RBA memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4.35 persen dalam pertemuan terbaru. Kenaikan ini diperkirakan pasar sehingga respons awal terhadap AUD relatif rendah. Kini market menimbang bagaimana kebijakan tersebut akan membentuk jalur inflasi dan pertumbuhan Australia ke depan, terutama dalam konteks ketidakpastian global.
RBA menyoroti lonjakan inflasi pada paruh kedua 2025, sebagian disebabkan kendala kapasitas dan saat energi lebih mahal akibat konflik Timur Tengah. Tekanan biaya jangka pendek makin terasa karena perusahaan menahan peningkatan harga pada akhirnya kepada konsumen. Gubernur Michele Bullock menegaskan nada kebijakan yang berhati-hati, membuka opsi menunggu dan melihat langkah selanjutnya.
Berbagai lembaga memprediksi kemungkinan jeda setelah kenaikan ini. Analis TD Securities menilai komentar dovish cenderung membatasi potensi rally AUD, dengan syarat USD melemah sebagai konfirmasi. Sementara Commerzbank menyoroti risiko stagflasi akibat pertumbuhan lebih lemah dan biaya energi yang lebih tinggi sebagai faktor bearish untuk AUD.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan drone dan rudal yang dikaitkan dengan Iran terhadap UAE, mendorong permintaan aset safe-haven seperti dolar AS. Kondisi risk-off meluas di pasar keuangan dan menekan aset berisiko. Secara refleks, indeks dolar menguat sementara AUD/USD melemah dari level di sekitar 0.7170.
Imbal hasil obligasi AS meningkat dan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat memperkuat daya tarik dolar. Beberapa pejabat Fed menegaskan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan tidak bisa sepenuhnya dihilangkan jika inflasi tetap tinggi. Narasi kebijakan yang lebih hawkish mendukung apresiasi USD dibanding aset berisiko.
Dengan daya tarik USD yang lebih kuat, AUD tetap tertekan terhadap USD di jangka pendek. Level 0.72 dianggap sebagai resistansi penting jika USD melanjutkan penguatan, sedangkan arah di bawah 0.70 bisa menambah tekanan turun. Pasar tetap berhati-hati sebelum data ekonomi berikutnya dan komentar kebijakan dari bank sentral besar lainnya.
Prospek ekonomi Australia tetap berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian global. Konflik di Timur Tengah dan dinamika pasokan energi berpotensi menahan aktivitas ekonomi dan inflasi dalam beberapa kuartal ke depan. Bank sentral juga memangkas proyeksi pertumbuhan, yang menambah beban bagi AUD dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, AUD/USD bergerak dekat 0.7170 dengan fokus pada resistance sekitar 0.72 dan support di sekitar 0.70. Short-term bias cenderung bearish jika USD tetap kuat, namun pergerakan dapat berubah bila sendi kebijakan AS berubah. Trader memantau pernyataan Fed dan data inflasi untuk melihat arah berikutnya.
Untuk strategi trading, opsi jual dengan target sekitar 0.7090 dan stop di 0.7210 bisa dipertimbangkan jika momentum turun berlanjut. Rasio risiko-imbalan sekitar 2:1 mendekati ambang minimum yang dianjurkan. Demikian analisis ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight agar pembaca tetap terinformasi dan siap membuat keputusan yang tepat.