Data CPI AS menunjukkan inflasi headline naik 0,3% MoM pada Desember, sesuai ekspektasi pasar. Secara tahunan, inflasi headline bertahan di 2,7%, juga sesuai proyeksi. Sementara itu, komponen inti IHK naik 0,2% MoM, lebih rendah dari perkiraan 0,3%.
Kondisi ini menahan keinginan investor untuk mempercepat pemangkasan suku bunga Fed, sehingga dolar AS menguat dan AUD melemah. Para trader menilai bahwa kebijakan moneter masih akan diambil dengan kehati-hatian, meski inflasi tidak menyala di bawah target 2% dalam jangka pendek.
Di saat yang sama, data kepercayaan konsumen Australia yang lemah menambah tekanan pada AUD. Pasar juga menantikan data ritel AS dan indeks harga produsen, yang bisa memicu pergeseran momentum bagi pasangan AUD/USD.
Kebijakan moneter menjadi fokus utama, dengan pejabat Fed menyatakan inflasi cenderung mendekati 3% daripada 2% namun diperkirakan mereda secara bertahap. Gambar ini menahan harapan pemangkasan suku bunga tambahan dalam waktu dekat, meskipun ada risiko volatilitas.
Pasar secara luas memperkirakan dua pemangkasan suku bunga Fed pada akhir tahun, sementara sebagian pejabat berharap durasi kebijakan akomodatif masih relevan. FOMC diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari.
Dari sisi AUD, data Australia yang lemah menambah sentimen negatif terhadap mata uang itu, meskipun pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat Fed. Investor cenderung menahan posisi sampai arah kebijakan lebih jelas.
AUD/USD berada di sekitar 0,6677 pada saat penulisan, tertekan oleh penguatan dolar AS setelah rilis data inflasi terbaru. Pergerakan ini mencerminkan dominasi dolar meski ada potensi rebound teknikal yang terbatas.
Para pelaku pasar menantikan rilis data AS berikutnya seperti Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen, yang dapat memicu perubahan arah pair jika angka-angka tersebut melampaui ekspektasi. Komentar para pejabat the Fed juga menjadi fokus untuk panduan kebijakan di bulan mendatang.
Karena sinyal trading dari laporan ini tidak memberi arahan jelas dan instrumen utama adalah AUDUSD, investor disarankan menunggu konfirmasi momentum sebelum mengambil posisi. Rencana manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas yang bisa muncul pada rilis data utama.