Data inflasi Australia untuk Januari menunjukkan CPI naik 3.8% YoY, melampaui ekspektasi dan menegaskan tekanan pada biaya hidup. CPI MoM naik 0.4% setelah bulan sebelumnya 1.0%, sedangkan Trimmed Mean CPI naik 0.3% MoM dan 3.4% YoY. Angka-angka ini memperkuat ekspektasi bahwa RBA mungkin mengambil langkah hawkish lebih lanjut pada tahun ini.
Kenaikan inflasi memberi sinyal bahwa permintaan domestik tetap kuat, mendorong harapan atas beberapa kenaikan suku bunga RBA. Investor menantikan komentar Gubernur RBA Michele Bullock dalam acara fireside chat di Melbourne untuk petunjuk kebijakan yang lebih jelas. Pergerakan AUD didorong oleh peluang suku bunga lebih tinggi dan awan volatilitas tetap ada karena dinamika kebijakan BoJ.
AUD/JPY juga menguat untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan sekitar 110.10 pada jam Asia. Pasar merespon data Australia yang lebih hangat dan menimbang dampak pada arus investasi. Skenario ini berhati-hati karena faktor yen yang melemah menambah tekanan bagi pasangan silang ini.
Cross AUD/JPY menguat untuk sesi kedua berturut-turut, menandai respons positif terhadap data inflasi Australia. Pada perdagangan Asia, pasangan ini berada di sekitar 110.10, menunjukkan keyakinan pasar terhadap dukungan kebijakan hawkish RBA. Pelaku pasar juga memantau dinamika yen sebagai bagian dari risers cross mata uang utama.
Yen melemah setelah Mainichi Shimbun melaporkan bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyuarakan kekhawatiran terkait kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan diskusi itu membahas perkembangan ekonomi dan keuangan, sambil menekankan tidak ada permintaan kebijakan moneter spesifik yang diajukan. Ketegangan kebijakan menambah tekanan pada Yen yang sudah rapuh.
Posisi Takaichi yang pro-stimulus menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan BoJ, karena pemerintah menimbang langkah fiskal dan moneter. Pasar menilai bahwa potensi normalisasi kebijakan BoJ bisa datang lebih terlambat jika tekanan inflasi domestik tetap tinggi. Ketidakpastian ini memperbesar volatilitas AUD/JPY di pasar Asia dan sesi berikutnya.
BoJ mempertahankan kebijakan akomodatif meskipun ada spekulasi bahwa normalisasi kebijakan bisa terjadi pada akhir tahun. Gubernur Ueda menekankan bahwa diskusi kebijakan berfokus pada kinerja ekonomi dan kondisi keuangan secara luas. Investor menunggu sinyal lebih konkret dari pidato pejabat BoJ maupun data inflasi domestik dan global yang berdampak pada jalur kebijakan.
Perkembangan ini memperkuat dinamika hubungan antara kebijakan RBA dan BoJ, di mana data Australia yang lebih panas menambah tekanan bagi RBA untuk menaikkan suku bunga, sementara BoJ tetap berhati-hati. Pasar juga merespons sentimen global terhadap risiko, terutama terkait data dan komentar pejabat bank sentral. Penilaian atas arah AUD/JPY menjadi semakin tergantung pada konfirmasi kebijakan kedua bank sentral.
Outlook jangka menengah menunjukkan peluang AUD/JPY naik lebih lanjut jika inflasi Australia tetap kuat dan RBA melanjutkan sikap hawkish, dengan target sekarang di sekitar 111.60 jika pasar melanjutkan tren saat ini. Untuk manajemen risiko, tingkat stop dikisarkan sekitar 109.40 untuk menjaga jarak dengan potensi pembalikan. Skenario sebaliknya akan bergantung pada respons BoJ dan dinamika mata uang mayor lainnya.
Artikel disusun oleh Cetro Trading Insight.