Kebijakan Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga tetap dan memproyeksikan satu kali pemangkasan pada 2026. Menurut laporan Cetro Trading Insight, langkah itu diambil setelah Fed menilai inflasi progress yang lebih lambat dari yang diharapkan. Powell juga menekankan bahwa jalan menuju target inflasi masih panjang, meski data ekonomi menunjukkan beberapa titik positif. Keputusan ini menambah tekanan pada dolar AS dan memicu reaksi awal di pasar valuta asing.
Di sisi lain, data Producer Price Index (PPI) AS memperkuat tema penguatan dolar. PPI utama naik 0.7% MoM, dan YoY melonjak menjadi 3.4%, menggarisbawahi tekanan harga pabrik. Pasar juga menilai langkah Bank Sentral Australia (RBA) yang menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 4.10% pada pertemuan kedua berturut-turut, dengan suara 5-4 yang mencerminkan adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan. Kenaikan tersebut didorong oleh tekanan kapasitas dan dampak inflasi energi akibat konflik di Timur Tengah yang sedang berlangsung.
Menjelang rilis data pekerjaan Australia Februari yang dijadwalkan Kamis, pasar memperkirakan tambahan sekitar 20.3 ribu pekerjaan dan tingkat pengangguran sekitar 4.1%. Laporan itu dipandang sebagai kunci untuk menilai dampak kebijakan RBA terhadap AUD. RBAs Financial Stability Review yang juga dirilis Kamis diharapkan memberikan konteks tambahan mengenai risiko beban rumah tangga akibat biaya hipotek yang meningkat.
Secara teknis, AUD/USD diperdagangkan sekitar 0.7022 pada grafik harian. Bias jangka pendek terlihat sedikit bullish karena harga bertahan di atas rata-rata pergerakan eksponensial 50 hari yang cenderung naik, menunjukkan adanya kekuatan pembeli. Namun, upaya untuk menembus zona tinggi 0.7150 beberapa kali gagal, menandakan adanya tekanan jual di level tersebut. Kondisi ini membentuk kerangka untuk konsolidasi yang lebih luas di kisaran seputar 0.70–0.71.
Support awal terlihat di sekitar 0.7010, dan penutupan harian di bawah level itu dapat membuka jalan menuju zona sekitar 0.6960, dengan 50-day EMA memberikan perlindungan tambahan. Di sisi atas, resistensi terdekat berada di 0.7075, diikuti 0.7120, sementara penembusan di atas 0.7150 berpotensi mendorong AUD/USD menuju wilayah 0.7200. Indikator teknikal menunjukkan momentum yang mendekati area netral sebelum mengambil arah jam-jam ke depan.
Momentum teknis juga menunjukkan Stochastic yang mundur dari wilayah overbought menuju kisaran tengah. Hal itu menandakan pendinginan momentum tanpa sinyal pembalikan tren yang jelas selama pembeli mempertahankan higher lows. Dengan demikian, pola harga menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren naik jika support bertahan.
Sinyal perdagangan berdasarkan analisis teknikal adalah rekomendasi BUY pada AUDUSD dengan level open sekitar 0.7022, stop loss di 0.7010, dan take profit di 0.7150. Rekomendasi ini konsisten dengan harga yang berada di atas EMA 50 hari dan membaiknya momentum, yang mendukung pergerakan ke atas jangka pendek. Sinyal ini sejalan dengan situasi pasar menurut Cetro Trading Insight.
Secara risiko-untung, jarak ke TP sekitar 0.0128 (128 pips) berbanding jarak ke SL sekitar 0.0012 (12 pips), memberikan rasio reward-to-risk lebih dari 1:1.5. Dengan demikian, skenario ini memenuhi kriteria manajemen risiko untuk sinyal jangka pendek berdasarkan analisis teknikal.
Catatan penting: jika harga menembus support 0.7010, outlook bisa berubah menjadi netral atau bearish. Selain itu, jika tembus 0.7150, potensi pergerakan ke zona 0.7200 bisa terwujud. Tetap pantau rilis data Australia terkait pekerjaan dan kebijakan moneter untuk konfirmasi arah selanjutnya.