GBP/USD menunjukkan dinamika volatil akibat pertemuan kebijakan bank sentral utama. Pasar menimbang tekanan kebijakan dari The Fed yang tetap mempertahankan kisaran suku bunga serta pandangan inflasi inti ke depan, kontra ketidakpastian di BoE. Fed mempertahankan suku bunga pada level 3,50%–3,75% dan menaikkan proyeksi inflasi inti 2026 menjadi 2,7%, sementara Ketua Powell menegaskan kemajuan inflasi masih lebih lambat dari yang diharapkan.
Di sisi lain, investor fokus pada keputusan BoE yang dijadwalkan pada hari Kamis. Analisis pasar menunjukkan kemungkinan hold karena dampak kejutan minyak di Timur Tengah terhadap prospek inflasi dan pertumbuhan. Kondisi ini menambah tekanan bagi BoE untuk menahan kebijakan sambil menakar risiko terhadap momentum ekonomi Inggris.
Harga GBP/USD kemarin melemah sekitar 0,7% hingga menyentuh wilayah di bawah 1,33, menandai transisi dari pola harga yang selama ini cenderung sideways. Pergerakan turun ini melanjutkan retracement dari puncak Januari di near 1,3870 dan membuat pasangan berada di bawah dua moving average harian utama. Candle bearish yang relatif tegas mengindikasikan resolusi terhadap fase volatil sebelumnya.
Secara teknis, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1,3265 dengan bias jangka pendek yang mildly bearish. Harga berada di bawah moving average 50-hari sekitar 1,35 dan hampir menyentuh 200-hari sekitar 1,34, menunjukkan penurunan momentum dalam kerangka menengah. Serangkaian penutupan harian lebih rendah dari pertengahan Januari menegaskan kendali penjual meski upaya rebound terbatas oleh tekanan teknikal di sekitar area moving average.
Rintangan terdekat berada di sekitar 1,3350, tepat di bawah cluster kegagalan bounce yang sebelumnya membatasi upmove. Penembusan di atas zona ini diperlukan untuk meredakan tekanan downside dan membuka peluang menuju 1,3450, lalu 1,3500 di lingkup 50-day EMA. Sementara itu, penurunan lebih lanjut bisa menargetkan area 1,3220 sebagai batas bawah berikutnya.
Di sisi bawah, dukungan kunci terlihat di sekitar 1,3220 sebagai pijakan menuju target bearish berikutnya di 1,3150. Penutupan harian di bawah 1,3220 akan mengonfirmasi kelanjutan tren turun jangka pendek, sedangkan menjaga harga di atas level tersebut bisa menjaga potensi konsolidasi lebih luas di sekitar rata-rata jangka panjang.
Untuk pelaku pasar, arah teknis saat ini lebih condong ke posisi jual dengan peluang melanjutkan tren bearish. Strategi yang disarankan adalah membuka posisi short dengan target di 1,3150 dan stop di sekitar 1,3340, memberikan rasio risiko-keuntungan sekitar 1:1,5 sehingga sejalan dengan skenario teknikal saat ini. Eksposur risiko bisa diminimalkan dengan manajemen posisi yang disiplin serta pengaturan ukuran posisi yang proporsional.
Meski sinyal teknikal dominan, faktor fundamental seperti keputusan BoE, data inflasi Inggris, dan rilis PPI AS bisa mengubah arah pasar dengan cepat. Powell juga menekankan bahwa inflasi masih berada dalam proses penurunan, menambah dorongan bagi dolar. Trader disarankan untuk memonitor pembaruan kebijakan energi dan volatilitas pasar yang terkait berita ekonomi secara berkala.
Cetro Trading Insight menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko dan kesiapan menyesuaikan skenario sesuai dinamika berita. Pasar forex saat ini sangat terpapar kejutan makro, sehingga penting bagi trader untuk mengatur level stop dan target secara realistis. Dengan fokus pada level kunci 1,3350 sebagai resistance dan 1,3220 sebagai dukungan, strategi posisi turun bisa disesuaikan jika momentum berubah secara mendadak untuk menghindari kerugian berlebih.