
Analisis terbaru dari NAB menunjukkan Australia menghadapi momentum pertumbuhan yang melambat. Para analis berargumen bahwa ekonomi negeri itu tidak lagi menunjukkan kekuatan yang sama seperti sebelumnya. Dalam konteks ini, peluang pemotongan suku bunga semakin nyata dibandingkan kenaikan. Ketidakpastian arah kebijakan membuat AUD rentan terhadap perkembangan kebijakan bank sentral ke depan.
RBA saat ini berada dalam posisi menilai langkah ke depan meski beberapa lembaga memprediksi pelonggaran. NAB membatalkan prediksi kenaikan pada pertemuan Agustus dan justru menekankan potensi pemotongan, meskipun tidak memberi kerangka waktu pasti. Kontrasnya, beberapa sisi pasar tetap mengamati sinyal dari RBA terkait arah kebijakan yang lebih luas di sisa tahun ini.
Indikator domestik memperlihatkan tekanan inflasi yang mereda dan pasar tenaga kerja yang lemah. CPI April turun menjadi 4.2% YoY dari 4.6%, sementara kehilangan pekerjaan mencapai 18,6 ribu pada April dibandingkan estimasi penambahan 17,5 ribu. Kombinasi ini memperkuat gambaran bahwa kebijakan moneter Australia bisa bergeser ke arah pelonggaran di masa mendatang, sehingga volatilitas AUD tetap terjaga.
Sentimen risiko global meningkat seiring spekulasi bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mendekati hasil akhir. Peluang perjanjian ini meningkatkan optimisme pasar dan memicu rebound pada instrumen berisiko. Indikator yang terlihat adalah S&P 500 futures yang menguat sekitar 0.5%, sementara DXY tergelincir sekitar 0.23% menuju sekitar 99.75.
Meski AUD mencoba menguat sekitar 0.15% terhadap USD, kinerjanya masih tertinggal dibanding mata uang berisiko lain. Dinamika ini menunjukkan bahwa ekspektasi pelonggaran RBA bisa menahan AUD dari memperoleh manfaat penuh dari sentimen risk-on, sehingga aliran modal tetap berfluktuasi.
Pasar menantikan pertemuan kebijakan RBA pekan depan. Banyak analis mengharapkan OCR berada pada 4.35% untuk akhir tahun, dengan potensi pemangkasan yang diuraikan di masa depan. NAB menekankan bahwa tidak ada kerangka waktu pasti untuk langkah pemotongan, menambah ketidakpastian bagi pergerakan AUD di jangka pendek.
Interaksi antara kebijakan moneter dan sentimen risiko menjadi kunci arah AUDUSD. Jika RBA benar-benar memangkas suku bunga di masa depan, AUD berpotensi melemah terhadap USD meski sentimen risiko sedang positif. Sebaliknya, jika pasar tetap risk-on tanpa perubahan kebijakan utama, AUD bisa mempertahankan posisi relatifnya meskipun volatilitas tetap tinggi.
Untuk pendekatan trading, disarankan menekankan analisis fundamental sebagai kerangka utama dan mengonfirmasi dengan faktor teknikal sebelum mengambil posisi. Karena ada ketidakpastian kebijakan, tidak ada sinyal beli maupun jual yang kuat tanpa konfirmasi harga yang jelas.
Investors dianjurkan memantau data inflasi dan lapangan kerja Australia, serta pernyataan kebijakan RBA berikutnya. Selain itu, perkembangan negosiasi AS-Iran dan dinamika pasar global juga perlu diwaspadai untuk menilai arah AUDUSD secara lebih akurat.