
Dolar Australia diperdagangkan secara terbatas di tengah fokus pasar pada rencana fiskal Australia menjelang anggaran 2026. Nilai tukar AUD terhadap USD terlihat mendekati 0.7230 dalam sesi Asia terakhir, dengan penurunan sekitar 0.23 persen. Pelaku pasar menilai volatilitas tetap tinggi menjelang pengumuman anggaran karena keputusan fiskal besar dapat mempengaruhi daya tarik mata uang ini.
Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, mengakui bahwa sektor perumahan dan sistem pajak belum berfungsi secara optimal bagi banyak warga. Pemerintah berupaya menyusun langkah reformasi yang disebutkan sebagai bagian dari pembahasan anggaran malam ini, untuk merespons keluhan kesejahteraan rumah tangga dan beban pajak yang dirasakan publik.
Meskipun ada fokus pada kebijakan fiskal, sentimen pasar cenderung berhati-hati karena dinamika anggaran bisa memicu pergerakan likuiditas dan volatilitas yang lebih besar pada AUD dalam beberapa sesi mendatang.
Kondisi risiko global meningkat karena ketegangan yang berulang antara Amerika Serikat dan Iran, menambah beban pada aset berisiko termasuk AUD. Pasar menilai potensi risiko geopolitik tinggi dapat membatasi apresiasi mata uang komoditas seperti dolar Aussie jika eskalasi berlanjut.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa sentimen pasar cenderung risk-off; S&P 500 futures turun sekitar 0.2 persen mendekati 7.400, dan indeks dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.25 persen menuju kisaran 98.15. Kondisi tersebut menambah tekanan pada AUD yang sensitif terhadap aliran modal risiko global.
Investors juga menantikan hasil pertemuan antara pemimpin AS dan China pada 13–15 Mei di China. Hasil pertemuan itu bisa memiliki dampak signifikan pada AUD karena Australia sangat bergantung pada ekspor ke Beijing.
Investor menanti pertemuan antara Presiden AS dan Presiden Tiongkok yang akan berlangsung 13–15 Mei di China. Pertemuan ini berpotensi menambah dimensi baru pada arah AUD karena dinamika perdagangan global dan permintaan ekspor Australia ke Beijing sangat bergantung pada hasil dialog kedua negara besar tersebut.
Hasil pertemuan tersebut dapat mengubah sentimen pasar terhadap perdagangan dan stabilitas regional, sehingga arah AUD bisa berfluktuasi menunggu arah kebijakan. Selain faktor geopolitik, kebijakan anggaran domestik dan reformasi fiskal tetap menjadi pilar utama yang akan membentuk pergerakan AUD dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Secara keseluruhan, AUD dihadapkan pada serangkaian risiko eksternal dan perubahan kebijakan domestik yang dapat menekan maupun mendukung arah mata uang ini dalam periode mendatang.