Tanda-tanda perlambatan inflasi konsumen Australia terlihat pada pembacaan Januari yang turun menjadi 4,6% year-on-year. Meskipun tingkat harga masih tinggi secara umum, laju kenaikan mulai melambat secara bertahap. Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan di 3,6% untuk pertemuan ketiga berturut-turut, menegaskan pendekatan kehati-hatian terhadap jalur kebijakan.
AUDUSD menunjukkan respons terbatas terhadap data tersebut, melemah tipis dan diperdagangkan sekitar 0,6680 pada sesi Asia Kamis. Pasangan ini kehilangan momentum setelah rilis ekspektasi inflasi konsumen Australia. Para pelaku pasar mengamati apakah momentum penurunan ini bertahan hingga data inflasi berikutnya.
Inflasi utama melambat menjadi 3,4% YoY pada November, terendah sejak Agustus, meski tetap di atas kisaran target. Data tenaga kerja AS juga menonjol dengan turunnya tingkat pengangguran ke 4,4% pada Desember, menambah arti bagi jalur kebijakan The Fed dan perbedaan sikap antara RBA dan bank sentral AS.
Penjualan ritel AS bulan November naik 0,6% menjadi USD 735,9 miliar, melampaui ekspektasi pasar setelah kontraksi 0,1% di Oktober. Data tersebut menunjukkan konsumen tetap menjadi mesin penggerak utama meski ada risiko kebijakan suku bunga. Kondisi ini memberikan gambaran positif terhadap momentum ekonomi AS dalam kuartal mendatang.
Sementara itu, Indeks Harga Produsen (IHP) menunjukkan momentum kuat dengan kenaikan 3% YoY di November, menandakan tekanan biaya produksi yang tetap relevan. Angka tersebut menambah dukungan bagi argumen bahwa inflasi di tingkat produksi belum mereda. Pasar menimbang implikasi data ini terhadap kebijakan The Fed pada beberapa bulan ke depan.
Tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,4% pada Desember, dan laporan klaim tunjangan pengangguran awal menjadi sorotan menjelang pernyataan kebijakan bank sentral. Morgan Stanley kemudian menunda ekspektasi penurunan suku bunga ke Juni dan September, dari Januari dan April, setelah data lapangan pekerjaan yang kuat. Secara keseluruhan, data menunjukkan dinamika pasar tenaga kerja yang tetap solid dan mempengaruhi prospek kebijakan moneter.
Dari sudut pandang makro, perlambatan inflasi Australia berdampingan dengan pertumbuhan AS yang relatif kuat menciptakan dinamika yang menempatkan AUDUSD pada tekanan jika perbedaan jalur kebijakan antara RBA dan Federal Reserve melebar. Pasar menilai bahwa perbedaan jalur kebijakan akan menentukan arah jangka pendek pasangan ini. Kondisi tersebut cenderung menjaga tekanan pada AUD dalam periode menunggu data lebih lanjut.
Dari segi teknikal, harga sekitar 0,6680 memberi peluang bagi posisi jual jika support jangka pendek tidak muncul. Sinyal yang direkomendasikan adalah jual dengan target sekitar 0,6610 dan stop di 0,6710, menghasilkan rasio risiko-imbalan sekitar 2,3:1.
Pelaku pasar juga disarankan memantau pernyataan pejabat The Fed dan rilis data pekerjaan AS berikutnya untuk menilai perubahan sentimen. Strategi ini menekankan manajemen risiko yang tepat dan evaluasi ulang jika data ekonomi berubah arah.