
Laporan anggaran Australia untuk 2025/26 menunjukkan defisit sebesar A$28.3 miliar, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya A$36.8 miliar. Defisit untuk tahun-tahun berikutnya juga digambarkan dengan kisaran sekitar A$31 miliar hingga 2027/28. Kebijakan fiskal ini mencerminkan upaya menahan pengeluaran sambil menjaga dorongan bagi perekonomian.
Nilai net debt diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 21.9% dari GDP pada 2029/30, dengan gross debt mencapai sekitar 35.6%. Angka-angka ini menandakan peningkatan beban utang meski defisit terlihat berada pada jalur yang lebih lunak daripada proyeksi awal. Para pembuat kebijakan menilai kemampuan fiskal untuk meredam volatilitas ekonomi sambil menjaga kredibilitas fiskal.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 2.25% pada 2025/26, 1.75% pada 2026/27, dan kembali ke 2.25% pada 2027/28. Inflasi konsumen (CPI) diprediksi 5% pada 2025/26 dan turun menjadi sekitar 2.5% menuju 2029/30. Tingkat pengangguran diperkirakan 4.25% di 2025/26, lalu 4.5% untuk 2026/27 dan 2027/28. Secara keseluruhan, rangka kebijakan tampak menyeimbangkan antara pengendalian inflasi, dukungan terhadap pertumbuhan, dan stabilitas pekerjaan.
Menurut pernyataan Treasurer Chalmers, anggaran ini dirancang untuk membantu, bukan menghambat, perjuangan melawan inflasi. Fokus kebijakan tetap pada pemulihan inflasi sambil menjaga keseimbangan fiskal. Dalam catatan analitis Cetro Trading Insight, reaksi pasar terhadap langkah fiskal terlihat relatif tenang.
Reaksi pasar terhadap AUDUSD pada hari pengumuman menunjukkan tidak adanya lonjakan arah yang jelas; pasangan ini terakhir diperdagangkan sekitar 0.7220, turun sekitar 0.4% untuk hari itu. Pergerakan terbatas ini mencerminkan situasi di mana investor menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai jalur suku bunga dan jalur inflasi di Negeri Kangguru. volatilitas jangka pendek tetap rendah meski data fiskal dipublikasikan.
Untuk trader, dinamika ini menggarisbahi pentingnya fokus pada sinyal inflasi, pertumbuhan, dan dinamika imbal hasil daripada mengandalkan angka fiskal semata. Dalam pandangan kami, risiko-relasi 1:1.5 dapat diarahkan melalui rekomendasi teknikal yang terkonfirmasi jika ada sinyal lanjut, namun hingga saat ini sinyal khusus belum terbentuk. Tetap awasi rilis data inflasi yang menjadi pendorong utama kebijakan moneter Australia, karena perubahan kecil pada ekspektasi inflasi bisa memicu pergerakan signifikan pada AUDUSD.