LPCK Tetapkan Susunan Dewan Baru untuk Mendongkrak Pertumbuhan Properti di 2026

LPCK Tetapkan Susunan Dewan Baru untuk Mendongkrak Pertumbuhan Properti di 2026

trading sekarang

"

"

RUPST 8 Mei 2026 mengukuhkan perubahan signifikan pada jajaran dewan komisaris dan direksi Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Langkah ini diarahkan untuk menata ulang arah bisnis dengan dinamika pasar properti yang tetap prospektif. Perubahan kepemimpinan dipandang sebagai fondasi bagi LPCK untuk mempercepat pertumbuhan sambil meningkatkan tata kelola perusahaan.

Didik Junaedi Rachbini ditetapkan sebagai presiden komisaris independen, disusul Hadi Cahyadi sebagai komisaris independen, serta Charles Rigoux dan George Raymond Zage III sebagai komisaris. Penempatan ini membawa kombinasi pengalaman di bidang keuangan, hukum korporasi, dan properti yang diharapkan memperkuat proses pengambilan keputusan. Manajemen menegaskan bahwa susunan baru ini sejalan dengan kepatuhan pada aturan regulator dan standar transparansi BEI.

Sementara itu, kursi direksi diisi Agus Arismunandar sebagai presiden direktur, dengan Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum sebagai direktur. Pembaruan komposisi direksi dianggap memperkuat eksekusi strategi LPCK, khususnya di proyek properti inti dan pengelolaan lahan industri. Manajemen menilai kolaborasi lintas fungsi di bawah kepemimpinan baru akan mendorong inovasi operasional dan pertumbuhan berkelanjutan.

Kinerja Keuangan 2025 dan Kontribusi Proyek

Selama 2025, LPCK mencatat pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA Rp381,3 miliar sebagaimana tertuang dalam Laporan Tahunan. Capaian itu mencerminkan kestabilan perseroan meskipun dinamika pasar properti beragam di berbagai segmen. Penerimaan juga didorong oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit ruko, serta penjualan lahan industri yang memberi kontribusi utama.

Segmen properti tetap menjadi motor utama pertumbuhan, didukung oleh penyerahan produk residensial dan komersial yang mendorong arus kas. Sumber pendapatan non-properti, melalui pengelolaan kawasan, turut berperan dalam menambah stabilitas topline perseroan. Manajemen menekankan bahwa harmoni antara sektor properti dan pengelolaan kawasan menjadi kunci pencapaian target tahun-tahun mendatang.

Pada RUPST, pemegang saham menyetujui partisipasi LPCK dalam program 3 juta rumah melalui hibah lahan di koridor Cikarang-Bekasi (KM34, exit Cibatu) termasuk kawasan Meikarta. Langkah ini memperlihatkan dukungan kebijakan publik terhadap percepatan rumah terjangkau di wilayah metropolitan Jakarta. Indikasi kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diharapkan memperluas ekosistem bisnis perseroan sejalan dengan sasaran LPCK untuk meningkatkan kapasitas produksi dan layanan.

Partisipasi Program 3 Juta Rumah dan Dukungan Kebijakan

RUPST menyetujui partisipasi LPCK dalam program 3 juta rumah melalui hibah lahan di koridor Cikarang-Bekasi (KM34, exit Cibatu) serta area Meikarta. Langkah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas portofolio dan berkontribusi pada program perumahan nasional. Partisipasi ini dipandang sebagai sinergi antara kepentingan perusahaan dan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan suplai rumah terjangkau.

Dukungan kebijakan seperti hibah lahan di koridor strategis membuka peluang lebih besar bagi LPCK untuk mengoptimalkan utilisasi lahan dan mengakselerasi pembangunan. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa eksekusi proyek akan tetap mengikuti standar kehati-hatian dan tata kelola yang ketat. Langkah strategis ini diharapkan meningkatkan citra LPCK sebagai pelaku properti terkemuka dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah.

Secara keseluruhan, kebijakan ini menambah peluang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang bagi perseroan.

banner footer