Saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) kembali menjadi sorotan pasar saat ini, menyentuh batas auto reject atas (ARA) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Fenomena ini muncul beriringan dengan rencana rights issue perusahaan yang menambah kilau pada kisah kinerja emiten. Analisis awal menunjukkan investor tertarik pada peluang pendanaan yang bisa memperkuat ekspansi bisnis di masa depan.
Harga BABY melonjak 25% ke Rp406 pada penutupan sesi I, mengangkat kapitalisasi pasar menjadi sekitar Rp1,06 triliun. Lonjakan ini menyusul tren kenaikan selama tiga hari berturut yang menguatkan optimisme pasar terhadap aksi korporasi ini. Selain itu, dinamika harga mencerminkan respons investor terhadap potensi akuisisi Emway Global Indonesia yang menjadi inti rencana PMHMETD.
Harga tebus rights ditetapkan Rp590, jauh di atas harga saham di pasar reguler, meningkatkan ekspektasi terhadap arus dana dari rights issue. Dengan struktur hak yang rencanan disampaikan, perusahaan bisa memperoleh dana untuk pembiayaan akuisian dan modal kerja. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai sinyal positif terkait upaya pendanaan dan potensi nilai jangka menengah bagi BABY.
BABY merencanakan penerbitan sekitar 283,6 juta saham baru, sekitar 8,36% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk membiayai akuisisi sebagian saham Emway Global Indonesia. Jika terealisasi, dana yang diharapkan bisa mencapai sekitar Rp140,77 miliar.
Dana hasil rights issue diperkirakan sekitar Rp130 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi sebagian saham Emway, sementara sisa dana dipakai untuk modal kerja guna menambah stok barang. Aplikasi dana tersebut diharapkan memperkuat posisi perseroan dalam rantai pasok dan memperluas kapasitas operasional. Proyeksi ini menambah keseimbangan antara pendanaan dan ekspansi bisnis BABY.
Cum date ditetapkan pada 24 April untuk pasar reguler dan negosiasi, dengan distribusi rights dijadwalkan pada 29 April dan dicatatkan di BEI pada 30 April. Pemegang saham yang berhak dapat menjual atau menebus rights mereka pada periode 30 April sampai 7 Mei 2026. Rasio jatah rights sebesar 625:57 menandai perubahan struktural kepemilikan yang perlu diwaspadai investor.
Para pemegang jatah rights akan memiliki hak untuk menjual atau menebus hak tersebut dalam periode 30 April hingga 7 Mei 2026. Pergerakan ini meningkatkan likuiditas dan bisa mempengaruhi pergerakan harga saham menjelang pelaksanaan rights. Cetro Trading Insight memantau dinamika cum rights yang ditetapkan 24 April.
Secara fundamental, aksi korporasi ini berpotensi meningkatkan likuiditas dan kapasitas pendanaan operasional jika akuisisi Emway berjalan lancar. Secara teknikal, tren harga sebelumnya menunjukkan momentum positif yang didorong oleh ekspektasi pendanaan dan restrukturisasi. Investor perlu menimbang risiko dilusi jika jumlah saham baru cukup besar.
Keseluruhan dinamika ini menekankan pentingnya keseimbangan antara rencana keuangan dan kinerja operasional jangka menengah. Sinyal trading dari analisis ini cenderung mengarah ke pembelian dengan potensi target kenaikan yang realistis serta stop loss yang sesuai untuk menjaga risiko. Namun, investor perlu mengikuti perkembangan persetujuan dan pelaksanaan rights secara berkala untuk menilai arah pergerakan BABY secara berkelanjutan.