BAJA Siapkan Rights Issue dengan Skema Debt-to-Equity Swap terhadap PT Sarana Steel untuk Lunasi Utang dan Perkuat Modal Kerja

BAJA Siapkan Rights Issue dengan Skema Debt-to-Equity Swap terhadap PT Sarana Steel untuk Lunasi Utang dan Perkuat Modal Kerja

trading sekarang

Di tengah dinamika pasar yang bergerak cepat, BAJA mendobrak langkah korporasi dengan mengumumkan rights issue berskema konversi utang menjadi saham terhadap afiliasinya, PT Sarana Steel. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat neraca sambil menjaga kelangsungan arus kas di tengah tekanan biaya pinjaman. Cetro Trading Insight melaporkan bahwa rencana ini menandai fase penting dalam perjalanan finansial BAJA.

BAJA berencana menerbitkan maksimum 1 miliar saham baru melalui rights issue yang akan dipakai untuk menyetarakan kepemilikan dan mendanai kebutuhan operasional. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya meningkatkan likuiditas dan stabilitas keuangan jangka pendek perusahaan, terutama dalam menghadapi arus kas yang menantang.

Rincian utang SS tercatat Rp445,33 miliar, terdiri dari pokok Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar, terkait Perjanjian Kredit 3 Oktober 2011 yang telah diperpanjang hingga 3 Oktober 2026. Skema penyelesaian akan mengubah utang menjadi ekuitas melalui debt to equity swap senilai USD20,6 juta bagi SS, dengan pokok utang dilunasi melalui konversi tersebut.

Sementara pembayaran bunga akan dilakukan dengan dana tunai hasil rights issue, dan SS sepakat menghentikan perhitungan bunga sejak 19 Februari 2026 hingga proses konversi selesai. Ibnu Susanto dan SS akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam transaksi ini, yang rincian finalnya, termasuk jumlah saham, harga pelaksanaan, serta penggunaan dana, akan diungkapkan dalam prospektus PMHMETD I.

Dari segi keuangan, langkah ini berpotensi menambah modal kerja dan mengurangi beban bunga jika konversi utang berjalan sesuai rencana, namun juga berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang ada. Dilusi tersebut akan bergantung pada jumlah saham akhir yang diterbitkan dan harga pelaksanaan yang akan ditetapkan dalam prospektus PMHMETD I.

Rencana penerbitan saham baru maksimum 1 miliar tersebut akan mengubah struktur ekuitas perusahaan; hingga akhirnya harga pelaksanaan dan total saham final akan ditentukan dalam prospektus PMHMETD I. Sementara itu, pembayaran pokok utang melalui konversi artinya likuiditas BAJA akan terfokus untuk membayar utang pokok sehingga bunga pun dihentikan hingga proses konversi selesai.

RUPSLB dijadwalkan 31 Maret 2026 untuk persetujuan pemegang saham, dan keterkaitan dengan PT Sarana Steel sebagai afiliasi menambah dinamika kepemilikan. Menurut analisis Cetro Trading Insight, investor perlu memantau kepastian harga pelaksanaan, jumlah saham yang akan diterbitkan, serta efek jangka panjang terhadap valuasi saham BAJA.

broker terbaik indonesia