PMI AS Turun Tipis, Dolar Menguat Terbatas: Analisis Cetro Trading Insight

PMI AS Turun Tipis, Dolar Menguat Terbatas: Analisis Cetro Trading Insight

trading sekarang

Data S&P Global menunjukkan Februari mencatat penurunan PMI manufaktur menjadi 51.2, turun dari 52.4 bulan sebelumnya. PMI layanan turun menjadi 52.3 dari 52.7, sedangkan composite berada di sekitar 52.3. Angka-angka ini menggambarkan perlambatan luas pada laju ekspansi sektor swasta.

Penurunan tersebut berasal dari gabungan permintaan yang melemah, harga yang masih tinggi, dan cuaca buruk yang membatasi aktivitas produksi. Meski demikian, sektor swasta tetap tumbuh, meskipun dengan kecepatan yang lebih rendah.

Menurut Chris Williamson, Chief Business Economist di S&P Global Market Intelligence, perlambatan dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor tersebut. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan pesanan melambat dan tenaga kerja berkembang lebih lambat sebagai konsekuensi.

Indeks dolar AS terlihat bertahan dengan kenaikan tipis saat laporan PMI dirilis, mendekati level 97.95 pada hari itu. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar yang relatif netral terhadap data tersebut.

Secara umum, data menunjukkan ekonomi AS tetap tumbuh meski momentum melambat. Investor menilai bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga belum berubah secara berarti berdasarkan angka-angka PMI saat ini.

Dalam konteks ini, fokus pelaku pasar bergeser ke faktor lain seperti kebijakan bank sentral dan rilis data berikutnya yang akan menimbang arah kebijakan. Tim riset Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau dinamika inflasi dan tenaga kerja untuk memetakan risiko keuangan di masa mendatang.

Kombinasi antara permintaan yang melemah, tekanan harga, dan cuaca buruk menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter. Data PMI yang lebih lemah cenderung menjaga opsi kebijakan yang berhati-hati di mata para pembuat kebijakan.

Para analis berargumen bahwa perubahan kebijakan tidak akan terjadi secara drastis meski data ini tidak mengisyaratkan perubahan mendesak. Risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan membentuk kerangka pandangan untuk kuartal berikutnya, meskipun dukungan kebijakan tetap di level moderat.

Untuk investor, fokus utama berada pada dinamika inflasi, aktivitas manufaktur dan layanan, serta proyeksi pemulihan ekonomi AS. Diversifikasi portofolio dan pemantauan rilis data ekonomi menjadi bagian penting strategi menghadapi volatilitas pasar.

broker terbaik indonesia