Bank Jago Tumbuh Kilat: Laba Naik 114% Didukung DPK Tangguh dan Inovasi Digital

Bank Jago Tumbuh Kilat: Laba Naik 114% Didukung DPK Tangguh dan Inovasi Digital

trading sekarang

Di tengah lanskap perbankan digital yang semakin dinamis, Bank Jago melesat dengan kecepatan yang mengejutkan. Laba bersih melonjak, nasabah tumbuh pesat, dan kepercayaan pasar memantapkan posisi bank milik pendiri muda di peta keuangan Indonesia. Cetro Trading Insight mencatat bahwa kinerja ini tidak sekadar angka, melainkan sinyal nyata bahwa inovasi layanan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Bank Jago mencatat laba bersih Rp276 miliar pada tahun lalu, tumbuh 114% dibandingkan 2024 yang Rp129 miliar. Pertumbuhan ini menegaskan kemampuan bank untuk menjaga profitabilitas sambil mengembangkan ekosistem digital yang mendalam. Upaya efisiensi operasional dan perluasan produk menjadi pendorong utama kinerja.

Hingga akhir 2025, jumlah nasabah mencapai 18,2 juta, naik hampir 3 juta dari 2024. Dana Pihak Ketiga DPK tumbuh menjadi Rp18,8 triliun, naik 38% secara tahunan, mencerminkan kepercayaan nasabah dalam mengamankan uang melalui Bank Jago. Secara bersamaan, bank mencatatkan kredit sebesar Rp24,3 triliun, menunjukkan ekspansi kredit yang sehat dan proporsional.

Bank Jago terus memperluas ekosistemnya dengan inovasi produk yang dapat dipersonalisasi melalui Aplikasi Jago. Kantong Valas memungkinkan simpanan dan transaksi dalam mata uang asing, sementara Kartu Digital Pro memberikan solusi transaksi bagi pelaku usaha individu. Kolaborasi dengan mitra strategis, ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lain menjadi pilar utama pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.

Hingga akhir 2025, penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp24,3 triliun, naik 38% dari posisi 2024. Pertumbuhan kredit didorong oleh kepercayaan nasabah dan manajemen risiko yang disiplin, sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang dijalankan bank. Rasio NPL gross berada di level 0,6%, mencerminkan kualitas aset yang tetap terjaga.

Total aset Bank Jago meningkat menjadi Rp36,5 triliun, naik 28% dibandingkan 2024. Laba bersih setelah pajak juga menunjukkan momentum positif, dengan CAR sebesar 31,6% dan LDR sekitar 94% sebagai indikator likuiditas dan kapitalisasi yang sehat. Kondisi ini memperkukuh posisi Bank Jago sebagai salah satu bank digital terdepan dengan kapasitas inovasi yang berkelanjutan.

broker terbaik indonesia