Bank Mandiri Meraih Social Loan USD750 Juta dari MIGA untuk Perkuat Likuiditas dan Dukung UMKM melalui KUR

Bank Mandiri Meraih Social Loan USD750 Juta dari MIGA untuk Perkuat Likuiditas dan Dukung UMKM melalui KUR

trading sekarang

Bank Mandiri mengguncang lanskap pendanaan korporasi di Indonesia dengan menandatangani social loan senilai USD750 juta dari MIGA, bagian dari World Bank Group, pada Semester I-2026. Langkah ini dipandang sebagai dorongan signifikan terhadap likuiditas perseroan serta percepatan pembiayaan bagi UMKM melalui program KUR.

Fokus manajemen ESG Bank Mandiri menempatkan social loan sebagai instrumen pendanaan penting dalam kerangka Environmental, Social, and Governance. Kepala ESG Framework & Sector Policy ESG Group Bank Mandiri, Fajarsasi Sugiarta, menjelaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya meningkatkan likuiditas, tetapi juga memberi peluang mendapatkan biaya pendanaan yang lebih kompetitif dibandingkan pendanaan konvensional. Instrumen ini juga selaras dengan rencana jangka panjang bank untuk menjaga stabilitas biaya pendanaan.

Dalam ESG Conference IDX Channel 2026 di BEI, pada 23 Juli 2026, Fajarsasi menegaskan manfaat utama adalah kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM melalui KUR yang lebih tinggi, sambil menjaga tata kelola yang kuat dan integrasi ESG dalam model pendanaan.

Transaksi social loan yang dijamin World Bank melalui MIGA tidak hanya memperkuat likuiditas, tetapi juga menurunkan biaya pendanaan bagi Bank Mandiri. Dengan struktur yang melibatkan lembaga multilateral tersebut, spread pasar menjadi lebih rendah dan governance perseroan menjadi lebih terpercaya di mata investor global. Dukungan MIGA juga menandai kepercayaan internasional terhadap tata kelola Bank Mandiri.

Fajarsasi menambahkan bahwa Mandiri juga memanfaatkan berbagai instrumen pendanaan inovatif, seperti sustainability loan, green loan, dan sustainability linked loan. Pendekatan ini membuka akses pembiayaan dari luar negeri, dengan fokus pada proyek berkelanjutan yang sejalan dengan preferensi investor global saat ini. Langkah tersebut diproyeksikan memperluas peluang pendanaan bagi proyek infrastruktur dan program ESG nasional.

Selain menggarap fasilitas ESG, Mandiri juga mengalirkan pembiayaan ke segmen publik melalui dukungan terhadap proyek infrastruktur, energi, pertahanan, dan layanan publik. Upaya tersebut sejalan dengan strategi bank untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan segmen BUMN serta pemerintahan. Kebijakan pendanaan internasional memberi keunggulan kompetitif bagi Bank Mandiri di era pembiayaan berkelanjutan.

Hingga semester I-2026, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit bank sebesar Rp1.592 triliun, tumbuh 19,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan langkah bank dalam menjaga ekspansi pembiayaan meskipun volatilitas ekonomi. Kinerja ini menjadi dasar bagi penilaian prospek portofolio kredit perseroan.

Penyaluran kredit ke BUMN dan pemerintah mendominasi portofolio dengan Rp489 triliun, tumbuh 41,6 persen YoY. Proyek strategis seperti infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik menjadi fokus utama. Sementara kredit ke UMKM mencapai Rp31,3 triliun, tumbuh 15,7 persen, menunjukkan komitmen bank terhadap dukungan usaha mikro.

Outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun per Juni 2026, naik 15,1 persen YoY. Dengan kombinasi antara pendanaan inovatif dan pembiayaan berbasis ESG, Bank Mandiri diyakini memperkuat posisi kreditur korporasi sekaligus meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor riil. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

IndikatorNilai
Kredit bank (H1 2026)Rp1.592 triliun, +19,9%
Kredit ke BUMN & PemerintahanRp489 triliun, +41,6%
Kredit UMKMRp31,3 triliun, +15,7%
Outstanding kredit komersialRp343 triliun, +15,1%
banner footer